"Seharusnya kau melakukan ini sejak awal kenapa sulit sekali sih. Bertransaksi dengan Gong Pildu ahjussi lebih mudah. Omong-omong ahjussi kau punya utang 1.000 koin pada ku ya~!"
"Ceh! Si mata duitan ini!"
.
.
Bendera putih Kim Dokja kini berwarna merah.
"Oh iya omong-omong beberapa orang dari Myeongdong ada disana." Ujar (Name) sambil mengarahkan jempolnya kearah lain.
Kim Dokja lalu mengangguk sebagai jawaban lalu membiarkan Lee Hyunsung membawa Kim Hyuntae pergi.
Kang Ilhun masih terikat utas Yoo Sangah, namun penjagaannya padanya telah menurun.
(Name) mendekati nya.
-Untuk saat ini cukup dengarkan saja kata pria itu. Sebagai gantinya nyawamu akan sangat aman aku yakin itu.
-B-benarkah? Kalau begitu baik.
Melihat (Name) mendekat, Yoo Sangat menyadarinya lalu mengajak (Name) berbicara.
"Sebelumnya kita belum berkenalan. Namaku Yoo Sangah."
"Aku (Name) (Surname) salam kenal."
Melihat (Name) tidak terlihat terganggu Yoo Sangah mulai mengajaknya berbicara lagi.
"(Name)-ssi tampak sangat muda. Apa kau seorang mahasiswa? Sebelum ini aku bekerja di Minosoft apa kau tahu?"
(Name) menganggukk sebagai balasan. "Aku bukan mahasiswa, aku baru lulus SMA. Tidak perlu memanggilku dengan sebutan kehormatan seperti -ssi."
"A-"
"Sangah-ssi! Tutup mulut orang ini dengan utas!" Seru Kim Dokja tiba-tiba.
Terlihat dibaliknya wajah Kim Hyuntae pucat, lidahnya terjulur keluar. Beruntung utas Yoo Sangah berkerja cepat dan menutup mulutnya.
"Mereka orang yang teliti... Oi kau!"
Kang Ilhun tersentak mendengarnya.
"Kau beruntung masih berguna."
***
"Kenapa kau mengikutiku?!"
Kim Dokja terlihat tak nyaman melihat (Name) berjalan disampingnya.
"Memangnya kenapa? Aku hanya ingin melihat si mola-mola itu."
'Apa dia memang bisa melihat masa depan? Dan bagaimana dia tau tentang mola-mola?!'
"Ah! (Name)-unni!" Lee Jihye menyapa dengan kepala Yoo Jonghyuk dipahanya.
(Name) membalas dengan lambaian kecil tangannya.
"Kau dari mana saja?! dan sepertinya kau sudah bertemu dengan ahjussi."
"Pfft ahjussi." (Name) mencibir
Perempatan imajiner muncul dikening Kim Dokja.
"Hah... Dia masih belum bangun?"
Dokja mengabaikan (Name) dan bertanya.
"Masih belum. Omong-omong bagaimana dibawah?"
"Tak perlu khawatir dan beristirahatlah."
Sementara Kim Dokja dan Lee Jihye berbicara, (Name) berjalan-jalan disekitar taman atap itu.
'Jadi seperti ini ya terlihatnya... seharusnya aku berada ditempat yang lebih tinggi tadi.' Batin (Name)
"(Name)."
KAMU SEDANG MEMBACA
Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)
FanfictionOmniscient reader viewpoint x readers -maybe dokjaxreader ;3 Ini bukan cerita khusus... Ini hanya cerita tentang seseorang yang terjebak dalam novel yang baru selesai dibacanya... "Nuna yang baik hati, sebenarnya kau siapa?" "...Aku hanya orang yang...
