Chapter 64: A Guest From ... (2)

4.4K 851 93
                                        

Hewooo~~!
seperti yang Isa katakan sebelumnya, akhir bulan chapter baru! 

Dan jugaaa! Terima kasih untuk 33k votenya!

Sumpah gak berasa banget, padahal baru bulan ini juga tembus 25k vote (p≧w≦q)

*insert Isa's happy noises

Hehe, nanti kalau serotonin Isa sudah bertambah lagi ...


nantikan saja another special chap q(≧▽≦q)

Ok lanjut saja!

Semoga kalian menyukai chapter kali ini.

.

.

enjoy~

.

.



Hujan turun di Lapangan Gwanghwamun. Jalanan dan gedung disekitar sana hancur berkat serangan monster yang dahsyat. Logo media yang runtuh rusak dan terinjak-injak. Patung Raja Sejong Agung dan Yi Sunshin yang merupakan simbol Gwanghwamun hancur total.

"Ah..."

Peradaban yang dibanggakan Seoul telah runtuh dan budaya hilang. Hanya ada satu cerita yang tersisa tetapi tidak ada orang di Gwanghwamun yang menginginkan ceritanya.

Lee Jihye membuka mulutnya ketika dia melihat beberapa Hwarang menggali tanah. "... Apakah dia benar-benar mati?"

Tidak ada yang menjawabnya. Alasan untuk tidak merespons berbeda. Jung Heewon, Lee Hyunsung, Lee Gilyoung, Shin Yoosung ...

Mereka memiliki pikiran mereka sendiri tetapi tidak satupun dari mereka yang berbicara. Mungkin pikiran mereka salah. Mungkin ... mereka takut itu benar.

"Tidak benar-benar, kan?"

Mayat Kim Dokja ditemukan sekitar satu jam setelah akhir skenario kedelapan.

.

.

.

Ini ... sama sekali tidak menyenangkan.

Kim Dokja tertekan dengan pemandangan yang ia lihat. Anak-anak yang dekat dengannya tengah menangisi kematiannya sekarang. Jujur ia merasa hatinya terharu, tapi saat melihat anak-anak itu menangis membuat rasa pahit muncul dimulutnya lagi.

Aneh sebenarnya, mengingat dia dalam mode 'arwah' sekarang.

Tak senang dengan pemandangan yang ia lihat, Kim Dokja memilih pergi dari sana.

Ia memikirkan orang itu lalu dalam sesaat pemandangan didepannya berubah menjadi jalanan yang setengah hancur dengan mayat manusia dan monster bertebaran ditepiannya.

Orang yang ia pikirkan ada disana, berjalan dengan tegas dengan diekori oleh seseorang dibelakangnya.

'Oh, jadi mereka bersama ya?' Batin Kim Dokja melihat dua orang wanita yang ia lihat sebelum kematiannya untuk yang kesekian kalinya.

"Hei, aku masih penasaran," Han Sooyoung yang akhirnya berhasil menyelaraskan langkahnya dengan (Name) berusaha menetralkan nafasnya.

(Name) yang tak tampak terganggu hanya berdehem sebagai ganti 'apa' untuk Han Sooyoung.

"Itu, aku yakin sekali kau cukup kuat dan aku bisa merasa bahkan dari jauh kalau cerita milik mu itu pasti lebih dari milik si jelek itu kan?"

'Apa yang dia bilang jelek itu aku?!' Kim Dokja- atau mungkin lebih tepatnya arwah Kim Dokja saat ini tengah memukuli kepala Han Sooyoung.

(Name) mengangguk dan mulai memelankan langkahnya. Han Sooyoung melanjutkan, "Lalu, kenapa nama mu tak disebutkan dalam peringkat?" Atas pertanyaan itu, akhirnya langkah (Name) terhentikan.

Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang