Chapter 52: Disaster Shin Yoosung (3)

5.5K 1.2K 46
                                        

Hewooo~

Malam readers ku tersamyang~
Eh? Apa kalian bacanya pas pagi atau diang atau sore :v?

Ok pokoknya kapan pun kalian baca ini!

I ❤ U 
/Wink

Jangan lupa vote dan tinggalkan komentar yaw~

*****

["...Dia yang terombang ambing diangkasa. Adakah akhir untuknya?

Untuk dirinya yang telah ditinggalkan semua yang ia sayang. Akankah ada keselamatan untuknya.

Sang bencana yang telah menghancurkan banyak dunia, kembali kekampung halamannya... untuk menghancurkannya.

Ia meninggalkan dendam pada pendongeng yang menghancurkan keinginannya.

Ia yang menjadi 'jahat' karenanya.

Menangis didalam."]

["Wahai para pendengar lantunan kisah milik sang bencana, apakah kalian berpikir ada akhir bahagia untuknya?"]

-

["Akhir seperti apa yang kau ingin kan? Harapan macam apa yang masih kau simpan, wahai sang bencana?"]

Sang bencana terdiam, ia bertanya-tanya, apakah masih ada harapan dalam dirinya? Apakah ia masih diperbolehkan untuk melihat cahaya dalam hidupnya yang telah ditenggelam oleh dendam dan rasa sakit yang mengakar?

["Jika bisa memilih... memangnya akan siapa yang mengabulkan harapan ku ini...?"]

Para rasi ikut penasaran mendengar jawaban dari sang pendongeng dari ras terlemah sekaligus paling serakah disemesta. Apakah dia sendiri yang akan mengabulkannya? Atau hanya sekedar harapan palsu untuk menghibur para pendengar?

Senyum terpatri diwajah sang pendongeng dari ras manusia. Dia sudah tahu siapa yang akan mengabulkan permohonan terakhir dari sang bencana yang mencari pengampunan.

["Ada orang yang akan mendatangi mu ditengah kegelapan dunia bawah. Berterima kasihlah pada dirinya nanti. Karena dia akan menjadi lentera yang menyinari jalan yang akan kau lewati."]

.

.

.

Suasana tenang itu sangat indah...

Semua orang mulai menangis setelah Shin Yoosung bencana menghilang menjadi abu. Tapi itu bukan akhir yang menyedihkan.

Berbeda dari novel aslinya. Shin Yoosung, jiwa Shin Yoosung diantar oleh para rasi. Dosa-dosanya telah terhapus bersamaan dengan tubuhnya yang menghilang dari bumi, namun jiwanya. Kini jiwa itu bersih tanpa sedikit pun kejahatan.

"Ini... indah sekali. Hiks..."

Bintik-bintik putih yang mengambang disekitar mereka, itu adalah berwujudan dari para rasi yang mendengarkan 'Juru Bicara manusia'.

Dan itu ada lebih dari jutaan. Jutaan hingga milyaran rasi telah mendengarkan narasi singkat itu. Narasi tentang seorang bencana yang terbebas dari kejahatannya. Bencana yang terlepas dari semua dosanya.

[Narasi 'The One Who Read Disaster Narratives' Telah tercipta]

Kim Dokja menatap jejak samar yang melayang di udara.

'Aku tidak percaya itu nyata...' Batinnya

Kim Dokja maju bersama Shin Yoosung kecil yang memeganginya erat-erat.

Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang