Chapter 12: Electrical Barrier (2)

8.8K 1.8K 98
                                        


"Ka-kau menjualnya?!"

"Tentu saja. memangnya kenapa? Ahjussi yang disana saja memonopoli kamar mandi yang merupakan tempat umum. Lalu kenapa aku tak bisa menjual kripik kentang 'milikku' sendiri?"

"He- Hahahaha! Gadis yang pintar! Benar, begitulah cara kerja dunia ini. Hei, kau ada bir tidak?" Gong Pildu berdiri dan mendekati ujung Green Zone.

(Name) mengangguk sebagai jawaban dan mengeluarkan 1 pack kaleng bir yang berisi 6 kaleng. Para orang dewasa diruang itu langsung melotot. Itu bukan bir biasa melainkan bir kualitas tinggi edisi terbatas yang harganya lumayan mahal tapi rasanya luar biasa enak.

"Jual 1 pack itu pada ku, sebagai gantinya kau bisa tinggal di Green Zone ku sampai skenario ke 3 selesai." Tawar Gong Pildu.

Kali ini (Name) menggeleng. "Aku sudah memiliki kamar sendiri. Aku mau koin."

"Hm? Begitukah kalau begitu 1000 koin untuk 1 pack bir."

"3.000"

"Huh?"

"3.000 koin untuk 1 pack bir ini."

"Kau sialan! Kau merampokku?!"

"Ahjussi sendiri merampok semua orang disini juga, bukan?"

"Bocah sialan... 3.000 koin untuk 1 pack bir dan beri aku keripik kentang itu."

"Deal."

Sementara itu orang-orang hanya pelanga-pelongo melihat transaksi jual beli antara (Name) dan Gong Pildu.

***

"Kyaaak!"

"Minggir-minggir! Dua orang ini gila!"

'Ah berisik... ada apa sih...'

'Sistem... ah sudahlah, toh barier ku masih aktif.'

(Name) kembali tidur sambil memeluk tas ranselnya. Mengabaikan pertarungan seorang gadis remaja dengan seorang pria dewasa.

Lee Jihye berusaha berdiri namun pedang Yoo Jonghyuk sudah mengarah ke lehernya.

"Sialan..." Ujar Lee Jihye.

Yoo Jonghyuk memasukkan pedangnya kedalam sarungnya.

"Sesuai perjanjian kau akan mengikutiku mulai sekarang."

"Ya..." Lee Jihye terlihat tak senang dan suram atas kekalahannya. Tapi ia jelas tak bisa protes. Lee Jihye mengakui pria didepannya memang sangat kuat. Bahkan ia berhasil menyelamatkan banyak orang termasuk dirinya dari banjir monster dipermukaan tadi.

Anehnya tiba-tiba pria itu menyuruhnya untuk menjadi muridnya. Tentu saja Lee Jihye menolak itu. Lalu Yoo Jonghyuk menawarkan adu pedang dan meminjamkan Lee Jihye sebuah pedang. Kalau Lee Jihye menang maka pedang itu akan menjadi miliknya, tapi kalau Yoo Jonghyuk yang menang maka Lee Jihye harus mengikutinya.

Lee Jihye yang cukup percaya diri dengan keahlihan berpedangnya menerima tantangan itu dan berakhir dihancurkan oleh Yoo Jonghyuk.

"Hah..." Lee Jihye menghela nafas lelah lalu memasukkan pedang yang dipinjamkan Yoo Jonghyuk kesarungnya dan menyerahkannya pada Yoo Jonghyuk. Ia cukup kecewa tak bisa mendapatkan pedang itu karena menurutnya pedang itu cukup keren.

Yoo Jonghyuk menatap Lee Jihye sejenak lalu berbalik.

"Simpan saja itu." Ujar Yoo Jonghyuk. Seketika suasana suram pada Lee Jihye menghilang dan digantikan dengan energi yang bersemangat.

"Terima kasih master!!" Serunya lalu mengikuti Yoo Jonghyuk dari belakang.

Cssst

Yoo Junghyuk tersentak karena tiba-tiba ia terkena sengatan listrik dikakinya.

Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang