Heewooo~
Apakah (Name) akan mati?!
.
.
.
Cari tahu disini~
.
enjoy~
.
.
"(Name), menurutmu kapan perang ini akan selesai?"
Pertanyaan yang sering kali kudengar darinya. Duduk ditenda sambil meminum kopi pahit yang rasanya sebelas dua belas dengan ampasnya.
Aku hanya menatap malas pada gelas besi ditangan ku lalu menjawab seadanya.
"Mungkin tahun depan."
.
.
Aku pernah bermimpi sesaat.
['Apa yang kau inginkan?']
Suara asing itu bertanya.
'Perang ini berakhir.'
['Tapi itu memang sudah berakhir.']
'... aku ingin perang ini berakhir sebelum ada satu pun dari kami yang mati.'
Mimpi buruk yang tak ingin kuingat lagi.
Mungkin alasan aku begitu sensitif sebulan yang lalu karena mimpi buruk ini terus menghantui.
Bahkan sampai aku melampiaskannya pada dunia lain. Bukankah ini cukup menarik?
Setidaknya aku tahu kenapa banyak negara-negara besar yang suka berperang. Kenapa banyak penjahat difilm-film dan komik bercita-cita untuk menghancurkan dunia.
Itu menyenangkan!
Tapi akan lebih menyenangkan jika kau tuli dan buta.
Sayangnya aku tidak keduanya.
.
.
Aku membuka mataku dan menikmati angin yang menerpa wajahku.
"Nona, kita akan sampai dipusat Seoul sebentar lagi."
"Um..."
Aku mengangguk dan segera turun dari punggung Lycaon.
Melompat dari gedung kegedung dengan berada dipunggung empuknya ternyata tak seburuk itu. Aku juga dapat istirahat yang lebih panjang dan sekarang aku siap untuk perburuan!
"Oh! (Name)-ah~!"
"Hng?" aku menoleh ketika mendengar suara milik Yoo Sangah.
Jadi ingat, kalau diarc ini Yoo Sangah dan Jung Heewon tetap di Seoul. Kedua wanita itu berlari kearah ku-
"Huh? Tu-Tunggu! Jangan mendekat!"
Jung Heeeon mengeluarkan pedangnya yang dilapisi api putih murni milik Uriel.
"Kemari kau bocah nakal!!"
***
Andai Yoo Sangah tidak menengahi kalian, mungkin saat ini rambut mu benar-benar terbakar.
Jung Hewoon lagi-lagi tak bosan-bosannya memarahi soal ini dan itu padamu. Tak menyadari kau sendiri memasukkan omelannya dari telinga kanan dan mengeluarkannya dari telinga kiri.
Ternyata selama ini kedua wanita itu mati-matian mencari mu entah untuk apa. Yoo Sangah sebagai mediator sempurna, menjelaskan kalau akan lebih 'menyenangkan' jika kalian melakukan perburuan bersama orang-orang yang sudah kalian kenal dekat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)
FanfictionOmniscient reader viewpoint x readers -maybe dokjaxreader ;3 Ini bukan cerita khusus... Ini hanya cerita tentang seseorang yang terjebak dalam novel yang baru selesai dibacanya... "Nuna yang baik hati, sebenarnya kau siapa?" "...Aku hanya orang yang...
