Chapter 57: Dear (my) Soldier (1)

5.1K 947 70
                                        

Hewwooo~

Isa kembali~

Disini ada yang ikut akm?

Klo iya kita senasib kak :'D

.

.

.

jangan lupa tinggalkan vote dan komen yaw~

.

.

Enjoy~

.

.

Aku... kami, menjalani hal yang seharusnya anak-anak seumuran kami tidak lakukan.

Kami sudah lupa rasanya belajar bersama dalam ruang kelas yang ramai dan ceria.

Lupa rasanya dihukum karena berisik dikelas atau pun saat lupa mengerjakan tugas.

Lupa rasanya makan masakan rumah.

Lupa rasanya kehangatan yang diberikan oleh keluarga.

Tapi pada akhirnya, itu semua adalah salah diri kami sendiri.

Salahnya sendiri karena mencuri karena tak tahu harus melakukan apa lagi.

Salahnya sendiri karena tak bisa menahan diri atas pembulliannya dan melawan balik.

Salahnya sendiri karena tak bisa mengalah sedikit pada adiknya.

Salahnya sendiri karena memilih untuk mengakhiri penderitaannya dengan mengakhiri nyawa sumber penderitaannya.

Salahnya sendiri karena kalut pada amarahnya.

Salahnya sendiri.... Karena sudah hidup didunia.

Ya, kami adalah yang salah disini.

Semua orang yang berkontribusi dalam penderitaan kami adalah protagonis didunia ini. Dan kami akan selalu menjadi antagonis, mau baik atau pun buruk yang kami lakukan.

Pada akhirnya...

Sama sekali tidak ada yang berubah.

***

"(Name)~ oi, bangun~"

Kau sontak melebarkan matamu begitu mendengar suara itu.

"Huh?" kau mengernyit.

Yang menyambutmu adalah wajah familiar yang tak mungkin bisa kau lupakan seumur hidup.

"Rin?! Rinrin?!" kau bangkit dan langsung mencengkram bahu teman mu itu.

"Aw! Sakit njir! Lu kenapa?!" dia memberontak dan memaksamu melepas cengkramanmu. Rinrin mulai berbicara tapi seakan tak mendengarnya, kau terus menatap kedua tanganmu yang tadi mencengkram bahu Rinrin.

'Hangat... dan terasa...apa dia benar-benar nyata?' kau bertanya-tanya dalam batin mu sampai

Pak!

"Aduh!"

Sesuatu menyerang kepalamu.

Kau sontak mendongak dan melihat Kapten yang terlihat beberapa tahun lebih muda sejak terakhir kali kau melihatnya -dengan sebuah buku yang digulung ditangannya-

"(Name)..." suaranya menyiratkan amarah dan itu berhasil membuatmu reflek berdiri tegap, tapi sebelum itu tangan Kapten kembali menekanmu dan membuatmu duduk diatas kasur kecil mu lagi.

Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang