Chapter 59: Dear (my) Soldier (3)

3.9K 850 76
                                        

Ahh~ akhirnya Isa bisa kembali update book-book Isa~
〒▽〒

Terima kasih buat kalian yang sudah senantiasa menunggu book ini!

semoga kalian menikmati chapter kali ini~

.

.

Enjoy~

.

.

"Bleeek... njir apa-apaan ini?!"

(Name) menjulurkan lidahnya atas rasa pahit yang menjalar ketika kopi hitam dari gelas aluminium menyentuh indra perasanya.

"Hiss, kau nih. Dah susah payah kubikin kopi ni, masa diginiin sih!"

Reihan mengambil kain lap yang ada diatas meja tak jauh dari tempat mereka duduk sekarang. Mengelap sebagian dari kopi yang (Name) tumpahkan.

(Name) mengernyitkan keningnya lalu menggelengkan kepalanya.

"Engga -ga, ini bukan kopi- ini ampas kopi. Cuk, lu gabut amat sih. Ada lebih banyak kerjaan produktif disini. Mending lu bersihin senjata lu dari pada bikin kopi-kopian ini."

Ekspresi tak senang muncul diwajah Reihan, dia mendengus lalu mengabil cangkir kopi miliknya dan dalam sekali minum, dia menghabiskan semua kopi disana lalu menghentakkannya keatas meja kayu hingga membuat (Name) tersentak.

"Kau gil- oi!"

Belum sampai disana saja. Dia mengambil gelas kopi milik (Name) lalu meminumnya sampai habis juga. (Name) memandangnya tak percaya. Diwajah Reihan jelas terukir penderitaan akibat meminum kopi rasa ampas kopi.

"Urrg- shit, kayak aku bakal sakit perut deh..." kata Reihan sambil memeluk perutnya yang mulai terdengar aneh. (Name) mendecak lalu menggelengkan kepalanya. Bangun dari kursinya lalu mengambilkan air putih untuk temannya.

"Nih, kau gila minum ampas kopi itu," dia kembali duduk sambil menyangga dagunya dengan tangan. Memperhatikan Reihan yang langsung meneguk habis air putih dari gelas yang diambilkan olehnya.

"Aaah..." ia menghela lega. Lalu kemudian senyum kecil muncul dibibirnya.

"Lu nyuruh gue bersihin senjata? Ogah njir. Mending gua belajar bikin kopi atau merajut bareng kak Tika."

(Name) diam sesaat lalu membuka mulutnya. "Gua penarasan. Kenapa cowok lemah lembut gemulai kayak lu bisa ikut militer. Mayor aja udah berapa kali nyaranin lu buat berhenti. Kalau bukan karena keahlihan lu buat ngelompat ketank lawan mungkin lu udah di kick dari sini."

Bukannya marah pada perkataan (Name), Reihan malah tertawa renyah lalu menatap kebawah dengan pandangan teduh.

"Gak usah sok bodoh. Lu tahu kenapa kita ada disini sekarang," dia tersenyum nakal sambil menatap (Name) yang mendengus bodoh amat.

"Gua yakin dipenjara lebih baik dari pada disini," Ia bergumam kecil namun dapat didengar jelas oleh Reihan.

"...oh, udah pernah gua ceritain apa belom ya?"

"Hng?" (Name) memandang tertarik pada Reihan dan membuat dia tersneyum puas. Reihan melipat tangannya diatas meja lalu sedikit mencondongkan tubuhnya kedepan dan berbisik kecil pada (Name).

"Kalau udah bebas nanti, gua mau buka kafe."

"...?"

Mata (Name) melebar dan dia melepas posisi nyamannya dan memasang posisi tegap sedikit condong kedepan seakan berusaha mendengar apa yang dikatakan Reihan lebih jelas.

Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang