Begitu sampai dilapangan, orang pertama yang (Name) cari adalah inkarnasi dari Kim Dokja. Begitu mata mereka saling menemukan, keduanya bersamaan memanggil.
"Yoosung!" "Unni!"
(Name) melangkah kearahnya lalu membuka tangannya dan mengangkat Shin Yoosung tinggi.
"Kya! Unni!"
"Haha, kerja bagus Yoosung-ah. Kau menjinakkan seekor naga chimera bukan? Luar biasa!!"
Aku akan menggantikan mu mendorong Yoo Jonghyuk lain kali. Batin (Name) dengan senyum dibawah topengnya.
Yoosung yang tak menyadari senyum itu memerah malu dan menutup sebagian wajahnya dengan kerah baju yang (Name) berikan.
"Aku melakukannnya ..."
"Ya, kau hebat Yoosung ..."
"Nuna, aku juga bantu loh!"
***
Sementara Kim Dokja sibuk berbicara dengan ibunya, (Name) membantu pemulihan kelompok mereka.
Meski terlihat baik-baik saja diluar, mereka sebenarnya hanya terlalu enggan untuk mengatakan kalau mereka terluka.
Memang, masing-masing memiliki kemampuan regenerasi yang baik. Tapi bukan berarti mereka akan menjadi lebih baik dalam kurang dari 10 menit.
"(Name)-ya, kau tidak harus melakukan ini." Yoo Sangah berusaha menolak dengan hati-hati. Dia tidak ingin (Name) menghabiskan elixirnya dengan sia-sia seperti ini.
"Aku punya banyak. Lagi pula ... setelah ini kau pasti akan sangat memerlukannya."
Yoo Sangah mengira (Name) membicarakan tentang pertempuran melawan Raja Pengembara, tapi tentu saja maksud (Name) adalah Dewa Luar.
Dia tahu selain Kim Dokja dan Yoo Jonghyuk ... dan dirinya, tidak ada diantara mereka yang mampu menahan perwujudan dari dewa luar yang akan turun dilantai ini.
Mana mungkin dia akan membiarkan kelompok yang sudah bersamanya selama ini terluka ketika mereka bahkan tak bisa bergabung dalam pertempuran?
Sejak awal itu adalah situasi yang tak terhindar.
Jujur (Name) sedikit ragu sebelumnya, mungkin dia bisa 'sedikit' menahan suara asli dari Rasi. Tapi bisakah dia menahan perwujudan dari mahkluk tingkat tinggi itu sendiri?
Bahkan saat bertemu dengan Dokkaebi besar, orang itu tak menampakkan wujudnya yang sebenarnya.
Saat ini sistem sedang pergi, dia beruntung benda itu sudah meninggalkan fitur keluar dari Array dengan secara otomatis memunculkan sebuah layar pilihan ketika dia masuk kedalam Array buatan Cho Youngran.
[Apakah anda ingin keluar dari Metode Array Gerbang Mekanis?]
[Yes No]
Dengan itu dia bisa keluar dari Array itu dan berada disini sekarang. Tapi, karena sistem belum kembali sejak ia beberapa hari yang lalu, mau tak mau (Name) hanya bisa menyimpan pertanyaan demi pertanyaan didalam kepalanya dulu.
Yoo Jonghyuk yang sebelumnya melihat (Name) membagi-bagikan elixir seperti seorang nabi mengernyitkan keningnya dan setelah dia selesai, pria itu mendekatinya secara pribadi dan memberikan peringatan padanya.
"Seharusnya kau tak membagi-bagikan elixir seperti membuang-buang air dijalanan."
"... asal tahu saja. Aku tak 'membuang' 'air' ini dijalanan Yoo Jonghyuk, tapi aku menyiramkannya pada pohon-pohon."
KAMU SEDANG MEMBACA
Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)
FanfictionOmniscient reader viewpoint x readers -maybe dokjaxreader ;3 Ini bukan cerita khusus... Ini hanya cerita tentang seseorang yang terjebak dalam novel yang baru selesai dibacanya... "Nuna yang baik hati, sebenarnya kau siapa?" "...Aku hanya orang yang...
