Chapter 78 : To Help You (3)

1.7K 305 26
                                        


Guys, aku masih idup :v

Iseng buka wp di laptop buat nyari novel, eh ada kotak masuk terus ku baca

ternyata dari seorang reader setia 

(cry)

So here i am

sebenarnya aku punya waktu luang selama ini, dan ada sekiranya 7 chapter kedepan udah ku selesain, belum revisi sih :v

Tapi jujurly kemalasan aja yg bikin aku nunda ngeupdate selama ini + aku capek kerja rl hehe

tapi berkat pesan dari reader setia itu, akhirnya pintu hati ku terbuka kembali awokwok

Thank you so much @kenaanverelinzoinas dan semua readers ku yang udah meninggalkan pesan di wall ku

sumpah, ga nyangka ternyata anak-anak ku (my fanfict) ditunggu banyak orang

love you guys


now

i wish u enjoy this new chapter!

*


*


*


Chapter 78

Bohong jika ku bilang aku tak pernah melihat dunia ini dari sudut pandangan pembaca. Tak jarang dimomen-momen kritis aku terbawa perasaan ku dan melihat adegan didepan ku seperti film yang sedang diputar.


Membanding-bandingkan paragraf demi paragraf di novel dengan apa yang sedang terjadi didepan ku. Salah satunya seperti sekarang ini.


[ "Apa? Apa yang sedang terjadi?" Han Sooyoung berteriak dengan frustrasi.

aku menyaksikan lapangan dengannya. Sebenarnya, aku pikir ini mungkin terjadi tetapi tidak sampai sejauh ini.

"... Ini benar-benar berantakan. Apakah mereka berniat untuk mati bersama? "

Bukan hanya satu atau dua inkarnasi yang menaikkan laju sinkronisasi hingga batasnya.

Probabilitas yang diizinkan oleh Dark Castle habis hingga batasnya. Percikan api muncul seperti petasan di seluruh medan perang. ]

(Adegan dalam novel orv asli)


Aku menyaksikan kekacauan yang terjadi ketika para inkarnasi melakukan sinkronisasi dengan sponsor mereka. Jujur saja, alih-alih terkejut seperti Kim Dokja dan Han Sooyoung, aku justru menikmati pemandangan ini.

Saat melihat itu, hal yang terlintas dikepala ku justru 'oh, jadi seperti ini bentuknya'


Mengingat itu membuat ku merasa tak enak.

"(Name) jangan termenung!"

"... aku tahu."

Aku mengangkat tombak ku lalu menggunakannya untuk membelah kerumunan orang. Saat jalan terbentuk, aku melewatinya dan Sooyoung dan Dokja mengejar dibelakang.

Alih-alih Kim Dokja, kali ini aku yang akan menyapu medan perang.

Kim Dokja harus menyimpan tenaganya untuk melawan Dewa Luar.

Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang