Chapter 96 : Demon King and His Accomplice (4)

518 85 11
                                        

Hallowwwww 

Isa kembali dengan chapter baruu

semoga ga kelamaan hehe.


.


.


.


(Name) POV

Saat pagi tiba, waktunya ku bekerja.

Skenario Seer
[Sub-Skenario – Pembunuhan!]

Kategori: Sub
Tingkat kesulitan: B

Kondisi yang Jelas: Anda adalah Seer dari pihak warga. Singkirkanlah algojo yang telah ada, ungkap identitasnya, dan kembalilah pada Revolusioner. Jika gagal, skenario revolusi akan gagal. Jika ketahuan membunuh 'warga', Anda akan dibuang dari kompleks industri dan tidak akan diterima lagi.

Batas Waktu: 3 hari

Kompensasi: 10.000 koin, memasuki skenario utama baru.

Kegagalan: Pengasingan

*

Tidak sulit. Cukup mudah, malah, untuk mendapatkan 10 ribu koin.

Tadi malam menjadi malam yang panjang karena pertarungan melawan algojo berakhir begitu cepat dengan perlindungan dari Guardian untuk Kim Dokja.

Setelah memastikan Kim Dokja kembali ke tempat Aileen dengan aman (diseret), aku mencari tempat nyaman untuk tidur hingga matahari terbit.

Untuk menghemat koin, aku sengaja tidak meminta sistem untuk mencari para algojo yang tersembunyi. Aku ingat wajah mereka, dan itu sudah cukup.


Ada 3 algojo yang kutemukan semalam. Satu adalah penjaga perpustakaan, seorang manusia setengah anjing yang menggunakan kacamata bulat di salah satu matanya.


Perpustakaan itu tempat yang sunyi dan tidak begitu ramai. Aku masuk dengan santai melalui pintu depan. Dengan tubuh berlapis jubah hitam yang kutemukan di tempat pembuangan sebelumnya, aku mendekati meja penjaga perpustakaan dan menemukan algojo itu.

"Selamat datang, ada yang bisa kubantu?"


Senyum manusia anjing itu sangat ramah. Aku membalas senyum itu, lalu menoleh ke arah rak-rak buku di sebelah kiriku.

"Sepi sekali."

"Oh, haha, tentu saja. Ini masih pagi, dan semua orang lelah secara mental dengan kejadian tadi malam."

"Benar."

Aku diam sejenak sebelum kembali menatap algojo itu.

"Tuan, bantu aku mencari buku."

"Tentu saja! Buku apa yang kamu cari?"

"Sejarah skenario revolusioner."

Senyum manusia anjing itu menjadi kaku sesaat sebelum ia berdiri dan berjalan di depanku.

"Mari, saya akan menunjukkan raknya padamu, itu sedikit di belakang."

Itu lebih baik.

"Tentu."


Misi pembunuhan—itu mengingatkannya akan masa-masanya sebagai tentara.

Itu terjadi tak lama setelah kematian kapten. Untuk mengurangi jumlah kematian akibat peperangan, pihak negaranya mengambil solusi:

Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang