Chapter 36: She is Watching

7.1K 1.6K 192
                                        

Happy Birthday to me 🥳🥳🥳

Hahaha! Beri Isa hadiah dengan vote setiap chapter book ini yak ヾ(≧▽≦*)o

Lol🤣🤣🤣

Selamat membaca~(~ ̄▽ ̄)~

Fanfic ORV chapter 36

[Yah...bagus. Inilah hasilnya. Sekarang, aku informasikan kepada seluruh inkarnasi di Seoul. Saat ini, pemilik baru dari Singgasana Absolut telah terlahir!]

"Tunggu dulu!"

Seru Kim Dokja.

Alis dokkaebi itu pun berkedut.

"Jangan terburu-buru begitu dong. Aku bahkan belum menduduki singgasananya. Bukannya seharusnya kau menanyakannya dulu padaku?"

[Toh sekarang kau juga akan jalan ke sana kan, jadi buat apa repot-repot menunggu?]

Kim Dokja berjalan mendekati tahta absolute. Ia dapat merasakan semua mata rasi dikubah ini melihat kearahnya.

Singgasana Absolut yang melayang di udara, perlahan turun mendekatinya. Kim Dokja kemudian bertanya.

"Apa yang bisa kulakukan dengan ini?"

[Kau bisa melakukan apapun pada manusia.]

Itu kata singkat, padat dan menyeramkan. 'melakukan apa pun pada manusia.' Kim Dokja sempat membayangkan (Name) yang patuh padanya, namun segera menggelengkan kepalanya.

[Singgasana Absolut itu hanya nama itemnya saja. Selama kamu menduduki singgasana itu, kamu bisa menjadi kekuatan tak terkalahkan. Tidak ada seorang pun di bumi ini yang bisa melawanmu, dan semua orang akan tunduk padamu!]

Sambung dokkaebi perantara itu.

"Itu saja?"

[...Huh?]

"Saking bagusnya aku sampai merasa konyol. Aku bisa menikmati kekuatan absolut di tempat yang kukendalikan."

[Bukankah reward itu cocok untuk penderitaan yang sudah kau alami? Berapa kali sudah kau hampir mati gara-gara memperebutkan singgasananya...?]

"Ah, jadi singgasana ini juga bisa mengabaikan batasan probabilitas?"

[Apa?]

"Kau penipu yang ulung ya. Bukannya kau dokkaebi? Apa Biro-mu tidak akan mengomelimu gara-gara menipuku seperti ini?"

Kim Dokja dapat melihat wajah Bihyung yang pucat pasi dan wajah penuh kepuasan (Name).

[Aku sudah lelah meladeni omong kosongmu. Aku harus menyelesaikan skenario ini. Sekarang, duduklah di singgasanamu. Kalau kau mulai mengoceh sembarangan lagi, akan kuhancurkan Singgasana Absolut itu.]

"..Ah, kau bisa melakukan itu? Kalau begitu silahkan saja."

[Huh?]

"Aku tidak akan pernah menduduki Singgasana Absolut ini."

Keheningan yang mencekam menyeruak ke seluruh Gwanghwamun.

Kemudian suara tawa yang menyegarkan keluar.

"Ahahaha ini luar biasa!"

'Kenapa aku belum terbiasa juga melihat adegan asli dalam novel itu? apa karena ini terasa lebih 'nyata' ?'

Tatapan semua orang beralih pada (Name). (Name) menunjukkan senyum penuh kepercayaan diri itu.

"Maafkan aku, kau bisa melanjutkannya."

Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang