Special Chapter ( ͡° ͜ʖ ͡°)

6.4K 859 215
                                        


OWO

Oh tentu saja perayaan ini tak hanya berakhir disana!


Aku masih punya satu hadiah lagi untuk kalian~
*wink


*suara drum


Isa persembahkan!


[Isn't it An Obsession?]

[No, isn't My Darling]


[Kim Dokja x Reader]



Aku ... terkadang merasa diri ini terlalu halu. Terkadang ketika aku membaca novel kesukaanku, aku merasa menjadi tokoh utama itu. Tidak, aku merasa sangat-sangat mirip dengan tokoh utama itu.

Dia hanya orang biasa, tidak sangat tampan, tidak kaya, apalagi terkenal. Tapi ... dia punya pacar yang sungguh bertolak belakang darinya. Pacar yang cantik, kaya, dan populer tentu saja.

Dan ... kebetulan? Aku juga sepertinya.

"Maaf aku terlambat. Tadi ada rapat OSIS sebentar."

Ya, aku juga seperti dia. Jelek, miskin, dan hanya pecundang. Tapi aku juga punya pacar yang cantik, kaya, dan sangat terkenal.

"Dokja?"

Pacarku yang cantik, (Name) (Surname).

Ini semua berawal dihari pertama kenaikan kelas 2.

Dibawah pohon persik yang bermekaran indah, dia menyatakan perasaannya.

"Jadilah pacarku, Kim Dokja."

"Eh?"

Dengan ekspresi lurus dan tatapan tenang yang dalam. Aku sama sekali tak bisa bergerak dibawah tatapannya. Aku tak tahu apa alasannya, tapi tubuhku secara tidak sadar memberi anggukan atas pernyataannya.

Dan saat itu aku sadar, aku terjebak ...

Cantik, elegan, dan kaya. Orang sepertiku sama sekali tak menganggap diri ini layak menerima seseorang sepertinya. Itu sebabnya dihari dimana dia menyatakan perasaannya, aku sudah memasang dinding tebal agar aku tak mengharapkan apa pun darinya.

Itu lah yang kuharapkan ...

***

Hari itu hujan deras mengguyur kota. Sebagian besar murid sudah pulang kerumah sebelum hujan turun beberapa menit sebelumnya. Tapi kenapa aku masih disini?

Ya, pertanyaan yang bagus. Berkat pacar-kaya-cantik-dan-terkenal- ku itu, sekarang aku terjebak disekolah, kedinginan menunggungnya selesai dengan rapat OSIS sialan itu.

Hah ... andai saja aku menolak saat dia minta ingin pulang bersama tadi, pasti sekarang aku sudah rebahan dirumah sambil lanjut baca novel kesukaanku.

... pasti nanti dia akan dijemput oleh supir pribadi atau pria -tampan-kaya-dan-terkenal-nya itu. Seperti aku tidak tahu saja. Dengan pria sejenis itu didekatnya tak mungkin dia mau berpacaran dengan ku!

Aku yakin ... pasti dia memiliki rencana tersembunyi dibelakangku-

"Dokja, apa kau menunggu lama?"

Aku memalingkan kepala kearah suara lembut miliknya. Ah, kenapa ketika hujan deras gini suaranya masih terdengar begitu jelas?

Dan ... ah sudah ku duga.

Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang