Seperti yang terjadi di novel. Kim Dokja dan timnya dipercaya sebagai Yoo Jonghyuk dan rombongannya.
"Hei." Bisik ku.
"Jangan sek-"
"Kau sama sekali tidak mirip Yoo Jonghyuk kecuali dibagian memaksa itu."
"... diam."
"lol."
Kami mengikuti Lee Sungkook menuju ke stasiun Dongmyo. Beberapa anggota yang bersama Lee Sungkook belum tahu identitas 'palsu' Kim Dokja tetapi tetap diam atas perintah Lee Sungkook.
Lee Hyunsung yang sejak tadi diam akhirnya membuka mulut. Aku jadi ingat di chapter novel Jung Heewon memukul perutnya tapi seperti apa ya?'
"Maaf Dok- kuk!"
Aku akhirnya memukul perut Lee Hyunsung dengan ujung tombak ku yang ditutupi kain.
Kim Dokja menatap ku kaget sejenak lalu mengangguk.
"Kau tahu apa yang harus kau lakukan tanpa aku harus memberitahumu."
"Tentu saja. Kita setara, itu bukan sekedar omong kosong."
Dan tentu saja aku tak mau berlutut seperti yang dilakukan Jung Heewon di novel...
Tak lama kemudian kami sampai di stasiun Dongmyo.
Disana ada banyak orang-orang yang terlihat kuat dan beberapa ada yang membawa senjata seperti milki kelompoknya Lee Sungkook.
Aku sontak kaget melihat hal tak pantas disini.
"Ada perbudakkan disini?"
"Jangan membuat masalah disini. Tunggu dan lihat situasinya."
"Aku tahu..."
'Mengingat perwakilan stasiun ini anak 17 tahun yang dihipnotis... ck, menjijikkan melihat semuanya langsung.'
Mata Kim Dokja berfokus pada Lee Sungkook.
Sebelum dia melompat aku menahan lengan bajunya. sebelum dia memprotes aku membuka mulutku lebih dulu.
"Disini ada internet."
***
'Bagaimana bisa? Internet telah ditutup di seluruh Seoul karena aktivasi saluran Dokkaebi. Tapi tunggu, ini adalah stasiun Dongmyo... apa internet mungkin...?' Batin Kim Dokja.
Lee Songkook mulai terlihat gelisah lalu mematikan smartphonenya dan mendekati Dokja.
"Permisi, Yoo Jonghyuk-nim?"
Kim Dokja lepas dari lamunannya.
"Apa?"
"Kita sudah sampai. Perwakilan sedang menunggu didalam."
Sebuah tenda ukuran sedang yang didirikan ditengah-tengah peron.
"Kalau begitu ayo masuk."
Lee Songkook siap memimpin, namun menghentikan (Name).
"Maaf, tapi hanya Yoo Jonghyuk-nim yang boleh masuk."
"Berhenti mengerutkan keningmu. Tunggulah disini sebentar." Ujar Kim Dokja.
(Name) yang hendak protes nurut lalu putar haluan.
'bersyukurlah aku telah menyelamatkan belakang kepala mu.' Batin Kim Dokja dengan tatapan tajam kearah Lee Songkook. Dia ingat ketika menuju ke Myeongdong dia harus melewati tumpukan orang yang belakang kepala mereka jebol.
KAMU SEDANG MEMBACA
Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)
Fan-FictionOmniscient reader viewpoint x readers -maybe dokjaxreader ;3 Ini bukan cerita khusus... Ini hanya cerita tentang seseorang yang terjebak dalam novel yang baru selesai dibacanya... "Nuna yang baik hati, sebenarnya kau siapa?" "...Aku hanya orang yang...
