Chapter 95 : Demon King and His Accomplice (3)

517 87 7
                                        


Malam tiba, Kim Dokja yang kini berhadapan dengan Algojo tersenyum dengan percaya diri dan mengatakannya.

"Aku adalah Revolusioner."




"Wah, si gila itu benar-benar mengatakannya."

(Name)  merinding saat melihat si Algojo untuk pertama kali. Ia tak menyangka perawakan Algojo akan semenyeramkan itu. Membacanya lewat novel dan melihatnya secara langsung benar-benar berbeda.

Ia takut, tapi disaat yang sama juga bersemangat.

'Algojo mengabaikan semua pertahanan lawan untuk melaksanakan eksekusi. Aku yang saat ini akan mati jika berhadapan dengan itu. Tapi bagi Kim Dokja, dengan mengaku sebagai revolusioner berarti ia dapat memperpanjang umurnya sendiri.'

(Name) yang berdiri diatap bangunan diseberang bar tempat adegan novel itu berlangsung menatap tajam ketika sebuah kubah merah terbentuk mengelilingi bar itu.

'Eksekusi telah dimulai... dan salah satu keuntungan Algojo adalah, mereka tidak akan bisa mati sebelum malam berakhir.

Untuk dapat mengawasi Kim Dokja, dan mendampinginya hingga akhir dari semua skenario dunia ini ...'

(Name) melirik pada layar Sistem yang bersinar keperakan.

[Apakah anda ingin bergabung dalam permainan?]

[Iya/tidak]

Tangannya terangkat dan mengambil pilihannya.

***



POV DOKJA


beberapa menit sebelumnya


「Kim Dokja berpikir: Apa yang akan Yoo Jonghyuk lakukan? 」

Jika dia ada di sini, dia tidak akan pernah mengekspos dirinya sendiri. Yoo Jonghyuk akan menyembunyikan dirinya sampai dia menemukan kesempatan terbaik dan paling bermanfaat baginya.

Dia akan menyelesaikan semua jenis investigasi untuk berpartisipasi dalam skenario kompleks industri dan mencari tahu siapa revolusionernya.

「Kim Dokja berpikir: Itu sebabnya dia regresi ratusan kali. 」

Algojo mengarahkan sabitnya padaku dan berbicara dengan suara menyeramkan.

[Siapa kau?]

Saat semua orang di pub memusatkan perhatian pada ku, aku membuka mulut dan berbicara dengan suara lantang, memastikan semua orang dapat mendengar suaraku.

"Aku adalah revolusioner."



***




'Ah sialan ... itu tadi ... keren sekali sial!!'

Jiwa seorang pembaca keluar disaat yang tidak tepat.

(Name) menggigit jaketnya seperti orang kesurupan.

Jantungnya berdebar, tubuhnya gemetaran, dan matanya tak bisa lepas dari jendela tempat ia mengintip skenario yang sedang berlangsung didalam bar.

(Name) sadar diri, tubuhnya saat ini akan mati begitu ia memasuki bar itu. itulah sebabnya ia hanya bisa menonton dari luar dengan kamuflase menyelimuti tubuhnya.

Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang