Chapter 93 : Demon King and His Accomplice (1)

2K 183 39
                                        

(Name) :

"Hah? Apa? Gimana?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Hah? Apa? Gimana?"

Kim Dokja menyentuh wajah (Name) lalu mengarahkannya kearah seseorang dengan rambut pirang pergi.

"Kita harus mengikutinya! Tempat tujuan kita ada disana!"

"Oh? Oke! Pegangan."



Dengan kekuatan kaki yang sudah ditingkatkan, (Name) mulai memanjat bangunan-bangunan kota dan mengikuti pria berambut pirang yang baru saja menabrak mereka tadi.

Kim Dokja mengira (Name) akan kesulitan dengan keramaian penduduk kota, tapi satu hal yang tak ia ketahui, itu teratasi dengan skill Weaponry Expertise level 15 => MODE SNIPER milik (Name).

Meskipun sedang tidak menggunakan senapannya, (Name) masih bisa memanfaatkan skill aslinya sebagai seorang sniper. Dengan ini jarak jauh mau pun keramaian tidak mengganggunya sama sekali.

Dan setelah membuntuti orang itu, akhirnya Kim Dokja turun dengan anggun didepan toko jam Etika.

"Yakin mau masuk? Tadi ada 2 iblis yang masuk loh."

(Name) melirik Kim Dokja yang sudah membenahi dirinya. Pria itu tersenyum lalu mengangguk.

"Kau tahu, aku adalah raja iblis sekarang."

"... ini bukan waktunya untuk EMO tapi okelah. Jadi?"

"Ini bukan EMO! Ekhem, ya berkat itu dimata ras iblis aku memiliki 'status' yang tidak akan mereka usik. Dan akan ku tunjukkan pada mu sekarang."

Kim Dokja melangkah maju menuju pintu masuk toko jam itu dan membuka pintunya lebar-lebar. Melihat itu membuat (Name) teringat drama yang sering ditontonnya bersama Mayor Yohan.

'Sial, dia persis ml yang nyelamatin toko fl yang bangkrut ... apa si sebutannya? Alur klasik? Basic?oh-! KLISE!

Pada akhirnya (Name) memilih tidak memasuki toko itu dan membiarkan apa yang terjadi didalam sana terjadi sesuai alurnya. Ia akan menunggu sampai bangsawan iblis yang ada didalam toko itu keluar dengan sendirinya.

Tapi itu tak berlangsung lama, (Name) teralihkan oleh hal lain. Ia melirik kearah pintu masuk toko itu sebelum menoleh kembali kejalanan.

'Dia akan baik-baik saja tanpa ku kan? Bau makanan dari sana enak sekali ...'

[Benar nona. Tapi jika anda meninggalkan Kim Dokja, 'karma' yang anda perlukan untuk bangkit ketubuh baru akan sulit didapatkan.]

'Benar juga ... hmm sistem, buka ringkasan novelnya. Aku akan membacanya sebentar.'



****



'Hm?'

Kim Dokja teralihkan dari Aileen yang sedang berbicara padanya dan memandang layar notifikasi sistem didepannya.

Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang