Wkwkwkwkwk
********************************
Medan perang itu kembali seperti sedia kala.
Semua terlihat lega namun kemudian sesuatu yang aneh terjadi pada Kim Dokja.
'Oh, sudah saatnya?'
Kim Dokja mengarahkan pedangnya padaku dengan tangan gemetaran. Kim Yushin sedang merasukinya.
"(Name). Menjauh dariku. Cepat!"
"Dokja-ssi?!"
Yoo Sangah ikut khawatir melihat tindakan Kim Dokja sementara Lee Sungkook mundur kebelakang bersama Gilyoung.
'Bisa gawat kalau ini sampai terjadi padaku, bukan? Sistem.'
[Selama ada saya, rasi mana pun tak akan bisa menyentuh anda nona.]
'Bagus kalau begitu.'
"(Name)!"
"Tenang Dokja, coba aktifkan Fourt wall mu."
Wajah Dokja terlihat kaget sejenak, namun kemudian setelah itu tangannya melemas dan tubuhnya berhenti gemetaran. Kini Kim Yushin telah keluar dari tubuhnya.
***
"Bagaimana...?"
(Name) tersenyum sebagai jawaban lalu menepuk punggung Kim Dokja.
"Khuk!"
"Apa-apaan itu? aku hanya menepuk punggung mu dengan lembut, apa kau benar-benar lemah? Sebaiknya kau segera menuju keutara bukan? Aku akan menuju ketempat lain."
'Apanya yang lembut...!' Batin Kim Dokja.
"Haa... Apa kita bisa bertemu lagi?"
"Tentu saja. aku masih memiliki satu permintaan bukan?"
"Ya ya sekarang pergilah."
"Ah, (Name)-ssi akan pergi lagi?"
Lee Sungkook muncul dari balik gedung bersama dengan Gilyoung.
"Ya."
"Hati-hati (Name)-s, (Name)-ah."
Yoo Sangah tersenyum dengan lembut.
'Ugh...'
(Name) berbalik tanpa mengucapkan apa pun lalu melompat pergi dari sana.
Setelah memastikan posisinya saat ini aman dan tak ada seorang pun yang melihat, (Name) langsung berjongkok dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Dia sudah merasakannya sejak pertama kali melihat wajah Yoo Sangah. Wajah yang mirip dengan wajah teman dekatnya, Rinrin. Kalau saja fitur wajahnya sedikit diubah menjadi fitur wajah orang Indonesia sudah pasti (Name) tidak akan kuat melihatnya.
Bukan hanya wajah, namun sifat mereka pun sebelas dua belas. Bedanya Yoo Sangah itu tipe sopan sementara Rinrin itu tipe bar-bar.
'Huh... ini mengerikan.' Batin (Name).
Ia lalu segera berdiri dan kembali kemarkas Tyrant King.
***
Ayo kita ringkas arc Master of Throne!
Untuk event selanjutnya Kim Dokja dan tim nya akan memasuki museum yang sudah menjadi dungeon lalu mereka akan memasuki bab tersembunyi "Big Dipper". Dimana para raja sudah berkumpul termasuk boneka mayat Tyrant King ku.
Seharusnya dia akan mati karena tertimpa reruntuhan. Tapi dia sudah mati lebih dulu ditanganku dan hartanya juga sudah kuambil semua. Hahat!
Disitu juga trio mc ORV akan bertemu secara langsung untuk pertama kalinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)
FanfictionOmniscient reader viewpoint x readers -maybe dokjaxreader ;3 Ini bukan cerita khusus... Ini hanya cerita tentang seseorang yang terjebak dalam novel yang baru selesai dibacanya... "Nuna yang baik hati, sebenarnya kau siapa?" "...Aku hanya orang yang...
