Holaaaaaa
Isa kembali dengan chapter baruuu
Gomeng yak, selama ini Isa menjauh dari dunia wp karena beberapa alasan
gpl, langsung aja yakk~
Happy reading~
.
.
.
Aileen dan Mark menyadari apa yang sedang terjadi dan berteriak, "Sial! Aslan, apa yang kau lakukan?!"
Itu adalah keputusan yang terburu-buru yang dibuat oleh insting anak-anak. Untuk membantu (Name), tentu itu adalah hal yang benar, tapi untuk keseluruhan rencana? Itu kekacauan.
"Aku adalah Guardian! Bunuh aku!"
Ditengah kericuhan dan dengan fokus para Algojo menuju Aslan, (Name) menghela nafas lega. Untuk sesaat setidaknya dia dapat beristirahat dan melepas semua barrier.
Mark yang tadinya bersembunyi langsung keluar, Ia tak tahu soal electrical barrier (Name) atau pun peduli pada kemampuan Kim Dokja. Satu-satunya yang dipikirkannya adalah ia tak bisa membiarkan Aslan mengorbankan dirinya. Khas orang tua sekali.
Aileen menggertakkan giginya. Satu orang bodoh sudah cukup. Kenapa sekarang ada dua? Batinnya.
Reflek ia melirik kearah Kim Dokja, tapi pada saat itu Kim Dokja sudah berlari kearah Aslan. Begitu pula dengan para Algojo yang hampir bersamaan berlari ketujuan yang sama.
[Guar di an.]
[Bunuh guar di an.]
Sebelum Algojo mengaktifkan tanda eksekusi, Mark berteriak lantang.
"AKU GUARDIANNYA!!"
Seruan itu menghentikan pergerakan para algojo. Tanda eksekusi hanya dapat digunakan 1 kali setiap malam. Kini ada 2 orang yang mengaku sebagai guardian, dan hal itu berhasil membuat para algojo kebingungan.
"Mark! Apa yang kau lakukan disini!"
"Aku yang seharusnya mengatakan itu dasar kau bocah nakal."
'Mana bisa ku biarkan anak kecil ini dikorbankan.'
Mark si pemilik bar tersenyum lemah. Dia hanya bisa berdoa semoga para algojo meletakkan tanda eksekusi padanya.
(Name) yang melihat itu bersiap-siap menggunakan skillnya kembali. Meski kakinya gemetar dari rasa lelah, tapi malam ini belum selesai. Potongan 50% utangnya bergantung pada seberapa baik dia mem-backup tujuan malam ini. Malam tanpa kematian!
(Name) kembali melempar pandangannya pada Aslan dan Mark yang kini menjadi target para algojo.
Ia sedikit kagum pada ikatan kuat para warga Syswitz. Tapi itu bukan saatnya kagum.
[Algojo Syswitz telah menempatkan tanda kematian pada 'Mark Javier'.]
['Mark Javier' telah diidentifikasi sebagai kambing hitam Malam.]
"Tidak! Tunggu!!"
Seruan Aslan tak terdengar. Semua algojo hanya terfokus pada Mark sekarang.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)
FanfictionOmniscient reader viewpoint x readers -maybe dokjaxreader ;3 Ini bukan cerita khusus... Ini hanya cerita tentang seseorang yang terjebak dalam novel yang baru selesai dibacanya... "Nuna yang baik hati, sebenarnya kau siapa?" "...Aku hanya orang yang...
