9. ALONE

11.1K 527 4
                                        

-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-

-

-

-

9. ALONE

T

angannya memeluk kedua lutut, dengan air mata yang terus-menerus keluar dari matanya yang sudah memerah. Wajahnya ia tenggelamkan di antara kedua kakinya. Saat ini Kea hanya ingin sendiri, dia tidak mau ada orang yang mengsuiknya. Tidak peduli jika itu kedua teman dekatnya atau ....
Althair.

Sungguh menyakitkan rasanya orang yang dicintainya ternyata menjadikannya pacar bukan karena cinta melainkan karena kalah dari pertaruhan. Pantas saja jika Althair selama ini bersikap dingin padanya, walau terkadang bersikap hangat.

Kea mengusap air matanya, kelopak matanya sudah membengkak. Dia mengintip, memastikan jika Althair sudah tidak ada di sana. Lalu menghela nafas, syukurlah jika memang laki-laki itu sudah pergi.

Ketika membuka ponselnya, dia mengernyit saat melihat pesan masuk dari Kirana.

• KIRANA
Kea maaf banget ya, gua lupa bilang sama lu.
Karena ini mendadak banget, kakek gua meninggal kea, sekali lagi maaf, gua bilangnya mendadak kaya gini .

Iya gapapa kiran, seharusnya kea yang minta

Maaf sama Kiran gak bisa disisi Kiran saat

Kiran kaya gini, Kiran yang kuat ya


Keana memasukkan ponselnya, dia keluar dari bilik pohon.

"Kea" Panggil seseorang, dari belakangnya. Badannya memutar dengan 180° untuk melihat siapa orang itu, lagian juga dia tidak mengenali suaranya.

"K kenapa kak ?" Gugupnya, saat Rifqi berdiri di hadapannya.

Remaja itu berjalan mendekatinya dengan camilan yang berada di tangan, haruskah dia menjelaskannya ?, "Eum di sini lu sendiri ?"
Kea mengangguk. Dia tersenyum simpul, "kenapa sih ? Kayanya lu gugup gitu, abis ngeliat setan ?"

" Eng-enggak kak"

Rifqi menggapai tangan Keana, "Nih buka kertasnya, gua cuma mau kasih ini sama lu dari Althair sebagai permintaan maaf gua" Setelah memberikan kertas yang berasal dari Althair. Rifqi memanjat pagar untuk mencoba membolos.

Keana hanya menatap Rifqi, dan membiarkan seniornya itu pergi. Bokongnya dia daratkan di bangku yang terbuat dari pohon bercat coklat. Perlahan-lahan kertas itu dibuka. Berisi beberapa rangkaian tulisan yang rapih, dan bagus.

memang dia akui jika tulisan Althair sangat bagus, bahkan lebih bagus darinya.

Kalau udah sampai di tangan lu dan lu sekarang lagi baca, tolong baca sampai habis ya Kea.
Gua minta maaf banget soal Omongan tadi di kantin, gua bener-bener minta maaf, pasti sekarang banyak pertanyaan di pundak lu salah satunya gua tebak, 'apa yang dibilang Rifqi benar ?' ya itu benar Kea, gua nembak lu bukan karena sayang atau cinta sama lu tapi karena taruhan.

[3] ALONE [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang