30. ALONE

11.3K 418 3
                                        

Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana
indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan
dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan

Mungkin sejenak dapat aku lupakan
Dengan minuman keras
yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan

🎵🎧 Diary Depresi ku

.

.

.

.

-

-

-


30. ALONE

PINTU Ruangan utama rumah bernuansa Putih terbuka. Terlihat pasangan remaja yang baru saja menapakkan kakinya ke dalam rumah dengan tangan yang saling bertautan. Wanita berseragam putih abu-abu, dengan Cardigan hitamnya menutupi seragam sekolah duduk dengan anggun di soffa.

Suasana sangat tenang sebelum Seorang gadis SMP turun dari kamarnya. Matanya menyipit menatap Wanita yang senyum kepadanya. Ia berdecih, lalu melanjutkan jalannya ke bar dapur untuk mengambil segelas air.

Tangannya menuang air minum, "Dia siapa Kak ?," Air minum itu kini sudah habis. Segera beranjak dari sana mendekat Wanita seumuran Althair yang masih mempertahankan senyumnya. Gak pegel tuh senyum Mulu ?

Almet sekolahnya di sampirkan ke bahunya sebelum melangkah menaiki tangga bukannya menjawab pertanyaannya justru Althair malah berucap, "Kakak titip dia ya. Awas kalau kamu buat ulah," Tuturnya.

Sudut bibirnya mencibir, "Hilih."

Kini sisa mereka berdua, tatapan lembut remaja SMP itu pada Kia kini berubah menjadi tajam. Palanya mendekat, "Heh, kamu kan yang buat kak kea sama kakak aku putus ? Dasar pelakor. Gatau diri !," Bisiknya. Kia mendesis namun masih mempertahankan ekspresi lembutnya, dia benar-benar Ratu Drama. Liat saja sampai kapan perempuan Ular itu bertahan.

"Maksud Kamu apa ya ?,"

Ia tertawa kecil, "Jangan sok polos deh kak. Kamu pikir aku bakal dibodohi sama muka kamu itu ? Denger ya, dari awal aku udah liat tau, kalau kamu cuman drama. Seberapa usaha kamu nyingkirin posisi kak kea di sini, gak bakal bisa ! Lagipula aku gak bakal Sudi punya Kaka Ipar kaya kamu. Bunda juga kok dia udah nyaman sama kak kea, mending kamu mundur aja deh . Hushhh," tangannya mendorong Kia hingga terjatuh ke lantai, ia tersenyum miring lalu menjulurkan lidahnya dengan mengejek.

Muka Lembutnya kini berubah jadi suram. Lihat ? Rencananya benar-benar berhasil. Hahaha

"Heh anak kecil, Jangan mentang lu adek Althair seenaknya aja bisa kaya gini sama yang lebih tua. Lagian juga, Sampai kapanpun Althair gak suka sama cewek kampungan itu." Sarkas Kia dengan emosi yang membara.

Ia tertawa dengan memegang perutnya, "Kan kamu itu munafik, dasar ratu drama, ular, PHO."

Tangan kia berhenti di udara ketika ingin menampar pipinya. Badannya membeku melihat wajah datar Althair yang menatapnya. Berbeda dengan Perempuan yang menahan tawa.

"Lu mau ngapain ?,"

Kia menarik tangannya, "A-aku mau nabok nyamuk tadi." Alisnya terangkat satu, Lalu mengangguk jika dia benar-benar percaya. Hahaha, ini benar-benar memuakkan. Itu adalah alasan yang kuno, Wanita bercelana jeans hitam di bawah lutut menepuk punggung Kia dengan keras membuatnya meringis, "Alasan yang kuno," Sindirnya, kembali ke bar Dapur.

[3] ALONE [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang