23. ALONE

9.3K 391 3
                                        

23

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


23. ALONE


Seluruh badannya menggigil dengan kuat. Hujan belum juga reda-reda, sedangkan bajunya sudah basah lagi, padahal tadi baru saja berganti.

Orang-orang yang berada di sana menatapnya prihatin. Bukannya mereka tak peduli, tapi sebenarnya ia yang menolak untuk dipinjamkan payung.

Makanan di dalam plastik tak dibiarkan olehnya kehujanan. Tangannya ditadahkan ke langit, menikmati air hujan yang membasahi telapak tangannya.

"Yaampun aku udah setengah jam di sini," ia merasakan ketakutan, membayangkan apa yang dilakukan Starla padanya karena telat mengantar makanan. "aku terobos aja kali ya ?"

Ia masih berdiam diri di sana, ragu untuk menerobos hujan yang begitu lebat. Apalagi sering sekali ada petir yang bersaut-sautan. Kea takut.

" Kea ? Yaampun kamu kenapa hujan-hujanan seperti ini sayang ?," Ia terkejut, namun mencium tangan Kanan wanita di depannya. "Iya Tante, aku habis membeli makanan. Tapi tadi di tengah jalan hujan jadi aku kebasahan," bohongnya.

Wanita di depannya menoleh ke kanan dan kiri. Menatap pakaiannya yang basah, "Kamu sendiri ? Dimana Abang kamu ? Atau Starla? Kenapa tidak mereka aja ?," Kea tersenyum kecut.

" Mamah lagi sakit, kalau Kia sama bang Dirga lagi gak ada dirumah ."

Tangannya di tarik masuk ke dalam mobil. Ia diberikan pakaian oleh wanita yang dikenalnya lebih dari satu tahun ini. Pakaian ini biasanya di gunakan wanita paruh baya itu ketika sedang dalam keadaaan darurat, seperti kehujanan.

"Tante, tapi ini gapapa ? Maaf Tante bangku mobil Tante jadi basah" Palanya tertunduk, menggigit bibirnya hingga terkelupas.

"Tidak apa-apa, nanti ketika sudah sampai rumah Tante kamu ganti baju di sana saja ya." Matanya membulat, " Ta-tapi Tan..."

"Sudah, kita berangkat ya kerumah Tante," Ia hanya mengangguk kecil. Melihat jalanan yang dipenuhi air yang menggenang, air itu akan memuncrat ke pohon di pinggir jalan ketika ada ban yang melindasnya.

Semuanya di guyur oleh hujan di sore hari. Namun ketika di lampu merah, di sana terdapat seorang badut yang masih menari, sambil berjalan-jalan sekali-kali ada orang yang di dalam mobil memberinya uang.

Kea kagum oleh orang itu, masih bisa mencari rezeki di tengah kehujanan seperti ini, ditambah lagi menggunakan kostum badut seperti itu bukanlah hal yang mudah. Sangat berat, dan panas.

Lampu yang berwarna merah, kini berganti menjadi hijau. Mobil-mobil menyalakan klakson nya. Kini mobil yang ditumpanginya kembali berjalan.

[3] ALONE [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang