32. ALONE

10.2K 387 2
                                        

Sebelum membaca disarankan
Mendengar lagu yang
Dapat membuatmu terhanyut dalam
Cerita ini .

Selama membaca

.

.

.

32. ALONE

"KENAPA sih lu kok belakangan ini gak mau pakai kursi roda ?," Dessi membuka pembicaraan, setelah makanan yang dihidangkan oleh pelayan telah habis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"KENAPA sih lu kok belakangan ini gak mau pakai kursi roda ?," Dessi membuka pembicaraan, setelah makanan yang dihidangkan oleh pelayan telah habis.

"Oh iya, kaki lu kenapa ? Gua baru sadar." Gina bertanya, menatap kondisi kakinya yang masih dibaluti dengan kain putih.

Garpu dan sendok diletakkan ke atas piring, membentuk silang. "Waktu itu aku ceroboh, jatuh dari tangga." Kea berbohong atas ucapannya itu, takut jika Gina berbuat yang tidak-tidak pada Kia. Mengingat jika sifat wanita itu telah berubah tidak seperti dulu. Benar-benar berbeda, pasti jika Althair dan Kia melihatnya akan terkejut.

"Kebiasaan," Balasnya dengan jutek. "Oh ya, Lusa gua mau balik ke sekolah,"

"Kenapa kak ?," Kea bertanya dengan hati-hati. Kini suasana menjadi serius, Dessi tertarik dengan topik perbincangan mereka, sehingga menghentikan makannya. "Kok lu nanyanya gitu banget ?, Gua cuman mau sekolah aja, gak boleh ?,"

"Soal dulu, aku minta maaf ... " Terdengar bangku yang bergesekan dengan Lantai, "Seharusnya yang minta maaf itu bukan lu, tapi Kia. Gua bener-bener kesel sama tuh anak, Liat aja nanti." Terangnya, dengan tersulut emosi.

Ketakutan yang dipikirkan olehnya dari tadi kini semakin membesar, "Aku mohon sama Kak Gina, Jangan bales perbuatan Kia."

"Gin, Gua baru kali ini Nemu orang yang bego. Udah di kasarin berkali-kali dan gak dianggap sodara masih aja bela," Sindir Dessi. Tidak terdengar sahutan namun tawa kecil.

Pintu Caffe terbuka, awalnya mereka tidak tertarik untuk melihat siapa orangnya. Namun mendengar suara yang tak asing, mampu membuat ketiga perempuan menoleh secara bersamaan.

"Mampus," Gumam Dessi, melihat sekumpulan lelaki yang masuk ke tempat ini diiringi dengan tawa. "Kea, cepet pakai topi sama Jaket lu." Perintahnya, memberikan topi.

Gina kelabakan, segera merebut topi dan kacamata Dessi yang berada di meja, lalu menutup mulutnya dengan masker.

"Woy Dessi," Teriak Rio berjalan ke arah mereka diikuti lainnya, termasuk Althair . Namun dengan begitu ia masih bersikap profesional. "Ngapain lu disini ?" Ketusnya, memasukkan sesendok makanan ke dalam mulut.

"Ya mau makan lah. Eh gua duduk di sini ya ?," Belom sempat Dessi menjawab, Rio lebih dulu meneriaki nama teman-temannya agar menyuruh mereka duduk bersama Dessi dan kedua wanita yang menurutnya aneh.

[3] ALONE [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang