56. ALONE

10.3K 305 1
                                        

-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-

-

-

56. ALONE

"Ada apa ?" Zidan berlari tergesa-gesa, mendekat ke Kenzo yang duduk di bangku samping pintu.

"Operasi hari ini dibatalkan, kemungkinan nanti sore atau Besok." Dahi Zidan mengerut, kenapa seperti ini ? Bagaimana bisa Operasi Keana harus ditunda ? Apa ada hal yang lebih mendesak ? Jika dirumah sakit tempatnya bekerja, ketika suatu operasi ditunda terlebih dahulu, Pihak Dokter harus memberi tahu penyebabnya.

Namun ini benar-benar janggal, Dokternya bahkan hanya memberi tau jika Operadi ditunda tanpa memberitahu penyebabnya.

Zidan terlihat jengkel, rasanya ingin mengajarkan orang itu menjadi Dokter yang baik. Bagaimana bisa seperti ini ?

"Dimana Keana ?"

"Lagi jalan-jalan."

Disisi lain, Seorang Dokter membuka masker mendekatinya langkahnya yang panjang dengan cepat mampu menyusulnya wanita yang hanya duduk di kursi roda sambil menatap orang-orang berlarian kesana dan kemari dengan tawa dan teriakan.

Begitu menyenangkan.

"Gak nyangka kita ketemu lagi, ternyata kamu Dokter." Pria itu menatapnya sekilas, benar-benar bersikap cuek. "Dessi tau ?"

"Dia gak tau kalau aku disini. Tolong, jangan kasih tau karena dia bakal khawatir."

"Bodoh." Gumamnya, mendorong keningnya pelan.

Keana terpaku, ia memegang kening bekas Pria itu meletakkan jari telunjuknya. "Kamu tau ? Saya baru saja bertemu dengan orang yang selalu memikirkan orang lain, dan selalu membuat orang bahagia."

Kepalanya dimiringkan, "siapa ?"

"Orang yang baru saja bertanya pada saya." Keana terpaku, dia menunjuk dirinya sendiri. Pria itu mengangguk, bibirnya tersenyum kecil. Ia sempat terpana sejenak, sebelum akhirnya menyadarkan diri sendiri.

Keana melihat name-tag nya , "Deandra." Kepalanya mengangguk.

"Kenapa kamu memohon saya untuk menunda operasi ? Bahkan meminta saya untuk menandatangi sur-" Keana mengisyaratkan nya untuk berhenti mengatakan kalimat selanjutnya, jangan sampai pengawal Kenzo mendengar hal ini.

Deandra menutup mulut, "Apa alasanmu ? Lihatlah orang-orang bodoh, yang berani menyia-nyiakannmu." Mulutnya sedikit mencibir, Keana hanya menanggapi dengan tawa kecil. Ternyata Deandra tidak seburuk yang dia kira, sifatnya begitu mirip dengan Kenzo mereka berdua hampir memiliki kesamaan jika dilihat-lihat.

"Saya gak yakin Orang itu akan berterimakasih kepada kamu setelah mengambil resiko sebesar ini untuknya."

Benar apa yang dibilang Deandra, namun Keana melakukan semua dengan ikhlas. Dia melakukan ini semua karena kemauannya, jadi tidak peduli apakah orang itu akan memperlakukan nya seperti dulu lagi atau tidak.

[3] ALONE [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang