13. ALONE

11.7K 542 4
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


-

-

-

-

13. ALONE

Hari ini kepulangannya dari rumah sakit, setelah dua minggu dirumah sakit. Menurutnya sangat membosankan jika terus dirumah sakit. Kea selalu kekeuh untuk pulang, tetapi selalu dilarang oleh kedua temannya itu.

Dengan rayuannya kali ini, berhasil membuat hati kedua temannya luluh. Padahal dia harus seminggu lagi dirawat atau sekitar lima hari. Tidak bisa kea bayangkan jika dia akan tetap berada di sana.

Harapannya saat pulang adalah disambut oleh kedua orangtuanya, dengan ucapan manis atau setidaknya ketika dia pulang nanti dirawat dengan baik. Semoga saja.

Mobil silver berhenti di depan rumah mewah nan megah itu. Fera keluar terlebih dahulu, lalu mengambil kursi roda di bagasi mobil. Kirana memapah kea untuk duduk di kursi roda.

Fera mendorong kursi roda itu memasuki rumah, maka berbeda dengan Kirana yang membawakan baju-baju kea dengan koper mini.

Rumah ini teramat sepi bahkan begitu sepi, seperti tidak ada orang di sini. Perhatiannya menyita pada Althair dan Kia yang baru saja keluar dari dapur.

Kea tersenyum kecut, lalu merasakan sebuah tangan lembut yang mengusap tangannya. "Gausah diliatin, kita lanjut jalan aja" Cerca Fera memandang sinis Althair yang Berdiri kaku.

Pintu kamarnya dibuka oleh Fera. Keduanya begitu terkejut, mendapati kamarnya yang amat berantakan, tidak ini bukan berantakan lagi, tapi seperti gudang.

Baju berkeluaran dari lemari, kasur yang berantakan, bantal dan guling yang terpisah dari sarung, lemari plastik yang terdampar di lantai. Sungguh sangat berantakan. Fera yang melihat itu sangat pusing.

Kea menatap sendu kamarnya, kenapa bisa seperti ini ?

"Kenapa bisa kaya gini ? ASTAGHFIRULLAH"
Kirana terkejut, ketika baru saja datang.

"Kalian pulang aja deh, aku mau istirahat, trus koper aku taro di sana aja" Perintah Keana, tersenyum pada mereka berdua.

Fera dan Kirana saling pandang, lalu menggeleng dengan cepat. Tentu saja mereka tidak akan membiarkan temannya yang sedang sakit membereskan kamar seperti ini sendirian.

Sejahat-jahatnya Kirana dia masih punya hati untuk menolong seseorang apalagi itu temannya sendiri. Terkecuali, orang-orang yang sudah mengusik hidupnya maupun hidup kedua temannya.

Mata Kirana berkilat. Bukannya menuduh atau apa tetapi ia yakin jika ini perlakuannya Kia. Lagipula selain gadis itu yang sangat membenci kea siapa lagi ? Dirga ? Tak mungkin Dirga melakukan hal kekanakan seperti ini menurut nya. Karena laki-laki itu lebih suka menyiksa fisik dan batin kea daripada membuang waktu untuk memberantaki kamarnya.

[3] ALONE [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang