39. ALONE

9.1K 360 23
                                        

39

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


39. ALONE

"KAK Gevan kemana aja sih ? Aku cariin ke kelas, kata Bang Al kaka gak ada." Pergerakan Gevan terhenti. Di depan motornya seorang perempuan berdiri menggunakan Cardigan dengan Rok sekolah di atas lutut.

"Apa urusannya sama lu ?," Wanita itu menggandeng tangannya, ia hanya diam tanpa menolak. "Aku mau minta tolong, anterin aku beli buku. Bisakan ?," Pinta Kia tersenyum lebar, memeluk lengan Gevan.

Tak ingin ada yang melihat kejadian ini, Gevan segera menepis. Melihat sekitar sebelum mengeluarkan suaranya, "Gua ada keperluan, yang lebih penting."

"Mau kemana sih kak ? Jemput cewek centil itukan ? Aku tau Kaka udah jadian sama Bocah SMP itu. Selera kakak jelek banget sih,"

Badan Gevan setengah berbalik, berbicara tanpa melihat wajah sang lawan bicaranya. "Seenggaknya selera gua gak murahan,"

Mendengar perkataan Gevan membuatnya tersindir, tangannya menahan tas Gevan dengan kuat. Menatap punggung lebar Lelaki itu dari belakang.

Dibuang nafasnya, "Aku suka sama kakak, kenapasih kakak gak pernah balas perasaan aku ? Giliran Chika yang baru aja masuk ke kehidupan kakak, langsung kakak terima. Apa yang kakak sukain dari perempuan itu ? Aku bahkan bisa beri lebih Kak Gevan."

"Gak punya urat malu ? Sadar, lu udah punya pacar b*go," Kia mengelus Keningnya ketika mendapat toyolan dari Gevan. Tidak ingin menyerah begitu saja, lantas Kia menaiki motor Gevan yang bahkan sang pemiliknya belum menaikinya. Ia cekikikan, "Aku gak peduli kak, lagipula Althair itu cowok kasar. Aku gak suka sama dia, aku cuman manfaatin anak itu doang. Siapa sih cewek yang suka sama cowok kasar kaya dia ? Palingan Cuma cewe s*nting aja."

Kia memang licik bisa merubah sifatnya dan perilakunya kapan saja, seperti bunglon. Tetapi sayangnya wanita itu lebih bagus jika dijuluki hewan rubah . Gevan menarik kasar wanita itu turun dari motornya, melihat sikapnya saja yang seperti ini membuatnya selalu muak.

"Turun !," Paksanya.

Wanita itu menggeleng, "Gamau. Kak Gevan harus temenin aku beli buku dulu."
Terpaksa Gevan mencengkram lengan perempuan berambut cokelat yang terurai panjang, jika kesabarannya sudah habis dia akan memakai cara yang lebih keras.

Gevan membisikkan sesuatu, "Turun, gua bahkan gak sudi kalau motor suci gua ini harus di duduki wanita Rubah kaya lu." Ia memundurkan wajahnya, sedikit demi sedikit terlihat wajah yang menekuk.

"Yaudah, kalau gitu kita mesen grab aja." Gevan mengacak rambutnya stres. Batas kesabarannya sudah menipis, ia takut jika emosinya akan meluap.

Kaleng jatuh dari atas pohon yang menimpa kepala Kia. Gadis itu meringis, melihat ke atas mencari sang pelaku.

"Woy Rubah, ganjen banget sih lu najis. Gua aja Geli yang cowok apalagi Gevan." Teriak Fera, melempar permen karet yang dikunyah nya hingga mendarat di rambut Coklat Kia.

[3] ALONE [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang