5. ALONE

15K 638 3
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

.

.

.

5. ALONE

Ruangan ini gelap, begitu gelap hanya ada cahaya remang-remang yang menerangi ruangan itu. Tangannya memeluk lutut, dengan mata terpejam. Posisinya saat ini sedang terduduk di pojok ruangan.

Suasana begitu terasa seram, karena hanya dia sendiri di sekolah. Badannya terasa begitu lemas seperti tidak mempunyai tenaga, ditambah dengan rasa haus dan lapar yang melandanya.

Dia melupakan jika sejak pagi belum memakan apapun. Bahkan bekal yang tadi pagi dibawa mungkin sudah basi, dan tidak layak lagi untuk dimakan .

Matanya selalu mengarah jika ada sedikit benda yang berdecitan. Air mata berkilauan dimatanya, hingga mengedipkan matanya sedikit saja setetes air mata lolos mendarat di pipinya.

" Kapan kea keluar dari sini ?" Lirihnya.

Saat matanya terpejam, suara teriakan menggema di ruangan itu. Dia hanya mendengar suara Kirana yang memohon untuk tetap kuat disertai dengan isakan yang begitu terdengar.

Badannya terasa sangat lemas. Ya, kea pingsan setelah lamanya dia berada di gudang tua yang sudah tidak terpakai itu .

" Kea lu harus kuat." Mohon Kirana dengan isakan yang terdengar.

Gevan mengambil alih Kea, lalu menggendong nya dengan berlari kecil .

Sebelum kejadian

" gimana ? Diangkat gak ?" Terdengar nada khawatir yang terselip di perkataan nya barusan.

Kedua remaja berseragam SMA dengan Tote bag yang masih mereka bawa itu terlihat gusar dengan hatinya yang terus tidak tenang. Wajar memang jika keduanya terlihat tidak tenang, karena orang yang sejak tadi sore dia cari-cari tidak ada.

Saat menelfon Dirga untuk menanyakan keberadaan nya, tetapi pria itu berkata jika Kea belum pulang dan mengatakan untuk tidak usah memperdulikan lagi gadis itu. Kirana berdiri lalu keluar dari Caffe, setelah membayarkam pesanannya dan Fera.

Sontak perempuan berambut panjang dengan mata coklat berjalan menyusul Kirana yang sudah terlebih dahulu keluar Caffe. Tangannya menahan lengan Kirana, "Mau kemana lagi ?"

" Lu bilang mau kemana lagi ? Lu masih nanya ? Jelas-jelas gua mau cari kea, dengar saat ini kea lagi butuh gua, kalau lu gak mau cari dia dan bantuin gua mending lu pulang aja !" Ia menyentak tangan Fera.

[3] ALONE [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang