44. ALONE

9.4K 370 4
                                        

PLAGIATOR
DILARANG MENDEKAT ⚠️

#stayhome

.

.

.

.


44. ALONE [PENGKHIANAT]

TANGANNYA bergetar melihat Althair dan Kia berpelukan di gudang sekolah yang tidak sengaja dilewatinya. Niat hati ingin menenangkan diri, tetapi sepertinya salah.

"Kamu harus percaya sama aku Al, gak mungkin aku nuduh Kea. Kamu percaya kan sama aku ? Kamu harus percaya." Ia membuang muka melihat Althair yang melihatnya, tangan Kia yang melingkar di pinggang dilepaskan paksa olehnya. Kakinya berjalan lebar ke arah Kea yang sudah memutar kembali kursi rodanya.

"Kea, gua bisa jelasin."

Kursi itu berhenti, sang pemilik menoleh sedikit kebelakang. "Jelasin ? Maksud kakak ?"

"Lu harus percaya, kalau gua cuman sayang sama lu Kea." Ia tertawa sinis, menjauhkan tangannya ketika Althair baru saja ingin menggapai. "Terus ? Apa hubungannya sama gua ?"

"Gue pamit dulu kak, urusin pacar lu tuh." Pamitnya, meninggalkan Althair seorang diri. Yang masih terduduk di lantai.

Jauh dari gudang, roda kursi itu berhenti. Mengusap wajah nya yang dipenuhi keringat, bukan karena kepanasan tetapi penyebab nya adalah gugup. Tiba-tiba kursinya berjalan sendiri, ia sontak memutar badannya. Rifqi tersenyum sambil melambaikan tangan. Tumben sekali tidak bolos sekolah, biasanya di jam pelajaran Sekarang cowok itu telah menghilang.

Rifqi mengajaknya ke pinggir lapangan. Memberikannya Roti dan Air minum yang dibelinya di kantin sekolah. "Makan dulu, gua tau lu belum makan."

"Gaperlu kak, aku gak laper." Rifqi menarik kedua tangannya meletakkan Air dan Roti pada masing-masing kedua tangannya. "Gausah ngelak, lagipula ini disuruh Dessi sama Gina. Lu gatau ya ? Dua cewek itu cerewet banget. Sampai kuping gua mau pecah denger mereka ngomong terus," Cibirnya.

Kea tertawa kecil, memakan roti yang diberikan Rifqi. "Tumben, biasanya kakak bolos."

"Bolos ? Buset gak deh, kemaren gua diomelin sama omah. Katanya kalau gua bolos lagi, motor kesayangan gua disita. Coba lu bayangin kalau motor gua disita ?" Rifqi merebut air minumnya membuat ia terkejut.

Setelahnya lelaki itu menyengir, "Sorry, gua lupa." Palanya menggeleng sambil tertawa. "Cantik." Ujar Rifqi Refleks.

Tawanya terhenti, "Maksud kaka ?,"

Rifqi mencari objek di sekitarnya yang bisa di tatap olehnya, ia menghindari tatapan mata Kea. "Maksud gua .... Langitnya cantik banget."

Kea mengangguk, mencoba untuk tidak salah paham dengan perlakuan Rifqi padanya.

"Oh ya, nanti pulang bareng gua ya ?Tenang aja gua udah telpon si Bram, ya walaupun dia ngelarang tapi dibolehin kok." Rifqi melihat tatapan Ragu dari Kea. Ia paham akan hal yang dipikirkan oleh wanita itu. "Tenang aja, kalau ada apa-apa gua yang tanggung gimana ?," Tanyanya menaik turunkan alisnya dengan senyuman yang melebar.

[3] ALONE [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang