55. ALONE

10.1K 349 0
                                        

-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-

-

-

55. ALONE

Hari itu Keana akan melakukan Operasi, sayang sekali Hari itu juga Rifqi dan Javas harus pulang ke Indonesia karena hal mendesak. Padahal mereka berdua berniat untuk menemaninya hingga selesai Operasi.

Tangannya melambai, menatap mobil yang ditumpangi mereka telah pergi menjauh. Kepalanya mendongak, hari ini cuaca sangat sejuk.

"Kita ke Taman dulu ya ? Udaranya bagus." Surya menuruti perkataannya, dia mendorong kursi rodanya sepanjang lorong rumah sakit hingga sampai ke tempat tujuannya.

Tangannya mengadah membiarkan daun-daun yang rontok mendarat di telapak tangannya. Kepalanya mendongak, melihat pohon yang terlihat muda dan bagus.

"Sayang sekali, bahkan daun ini harus mati. Padahal kondisinya pohonnya juga bagus."

"Kak Surya, apa ... Aku juga bakal kaya gitu ?" Tiba-tiba saja raut muka Keana berubah menjadi serius dan putus asa.

Dia menggeleng, tentu saja Surya tidak akan membiarkan itu. Keana adalah seseorang yang harus dia jaga. Surya tidak akan membiarkannya pergi lebih dulu apalagi dengan usianya lebih muda, walau kata dokter hanya beberapa persen kemungkinan untuknya hidup.

Surya mengusap kepalanya, sudah beberapa hari ini Remaja itu mengenakan Rambut sambung yang dibelikan olehnya di Indonesia. "Tentu saja Nona akan terus hidup, apa yang perlu ditakutkan ? Disini ada kami, Bang Kenzo, Bram, Saya, Javas, Rifqi, Dokter Zidan, dan lainnya yang selalu mendukung kamu. Bahkan saya rela untuk tetap disini menemani Nona berobat, karena bagi saya Nona itu sudah seperti adik perempuan saya."

Senyumnya mengembang, ia meniup daun-daun itu dan entah pergi kemana karena hembusan angin. Matanya terpejam, menikmati semilir angin yang menerpa wajah dan rambutnya. "Benar, aku akan terus hidup karena ada kalian. Makasih Bang ... Surya." Alis Surya terangkat satu, kalimat terakhir itu terlalu pelan.

"Apa kata Nona tadi ?"

"Bang Surya." Ulangnya menutup pipinya yang memanas, ah menyebalkan Keana benar-benar malu, tapi dia senang karena Kakak laki-lakinya bertambah satu. Bukankah ini impiannya ? Memiliki banyak kakak laki-laki yang selalu menjaga dan melindunginya.

Mata Surya menyipit, lalu tertawa kecil. Padahal hanya panggilan, sesederhana itu namun menyenangkan. Tangannya mengacak kembali rambutnya. "Kedepannya harus panggil seperti itu ya."

"Tapi, Bang Surya janji dulu jangan manggil aku Nona. Okay ?" Surya mengaitkan jari kelingkingnya sambil mengangguk. "Sepakat."

Sudah hampir satu jam mereka berada di Taman ini diisi dengan Tawa yang terdengar dari Keana. Ternyata Surya benar-benar lucu, tidak seperti kelihatannya tipe-tipe cowok Cool Boy nyatanya Pria itu begitu hangat.

[3] ALONE [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang