[PLAGIAT DILARANG MENDEKAT]
Keana perempuan cantik yang sangat dibenci oleh kedua orangtuanya juga abangnya. Entah apa penyebab mereka membencinya. Setiap hari dia mendapat perlakuan yang sangat tidak adil.
Perkenalkan saja namanya Kiana saudara an...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
16. ALONE
Kea berada di ruang BK saat ini. Tangannya meremas rok nya dengan kencang. Badannya sedikit gemetar. Ini adalah pertama kalinya dia memasuki ruang BK dengan masalah seperti ini.
"Bu tapi gak mungkin kea ngelakuin hal ini, pasti ini juga percaya kan ? Siapa tau dia di fitnah ? Kea lu bilang dong kalau bukan lu pelakunya" Kirana sungguh geram dengan temamnya yang tak kunjung membela diri .
Fera menepuk bahu kirana. "Bu, kea gak mungkin lakuin itu"
Bu Jannah menghela nafas. Dia memang tidak percaya jika gadis itu yang melakukan semua ini. Namun mau bagaimana lagi ? Semua bukti dan sang korban juga bilang jika Kea yang sudah membully nya.
"Kirana , Fera, jangan melihat seseorang dari sampulnya" Kirana mengepal, tanpa sadar dia menggebrak meja, "jadi maksud ibu kea itu gak baik ? Ibu gak tau apa-apa soal kehidupan dia Bu"
Kea menarik baju Kirana, ia menggeleng ketika perempuan dengan rambut panjang sebahu itu menoleh kearahnya.
"Kea lu harusnya ngelak dong" Tegasnya, dia sudah muak dengannya yang selalu diam dan tidak mau mengelak jika sedang ada orang yang memfitnahnya dan Kirana benci itu.
Sheila membuka mulut, "kenapa harus ngelak ? Emang bener kok kalau dia pelakunya berarti, buktinya dia gak berani buka mulut, dan lu gak liat luka-luka Cherry tadi ?"
"Diem lu !"
Kirana memejamkan matanya, "percuma gua belain lo kea, lo gak mau ikut berusaha, sia-sia gua belain lo" Setelahnya Kirana keluar dari ruang BK .
Fera memeluk Keana yang matanya berkaca-kaca. "Gua juga kesel kaya Kirana, cuman gua gak tega sama lu, jadi mungkin Kirana butuh waktu untuk nenangin hatinya, gua keluar dulu kejar Kirana, lu di sini jangan diem aja, oke ?" Fera menyusul Kirana, dengan sengaja ia menabrak bahu Sheila .
Sheila meringis ketika bahunya mengenai pintu, "sial*n lu Fera " Teriaknya .
" Di mana Cherry ? Panggil dia kesini" Sheila mengangguk.
Bu Jannah menatap Kea yang masih menunduk, "kea jika memang kamu tidak salah, tidak usah takut untuk membela kebenaran, tapi kalau kamu diem Kaya gini ibu semakin ragu untuk membela kamu, ibu takut jika itu memang benar"
Tak lama pintu ruang BK terbuka, terdapat gadis berkacamata yang memasuki ruang BK dengan luka-luka di bagian tangan juga kakinya.
Bu Jannah berdehem, dia memberi isyarat pada Sheila agar keluar. Sheila menuruti perkataan guru BK itu.
"Silahkan duduk Cherry" Cherry mengangguk, ia melirik kea yang menunduk, tanpa sadar bibirnya tersenyum miring.