Disarankan Untuk mendengar lagu
Yang dapat membuat kamu
Terhanyut dalam cerita ini.
Seperti biasa, jangan lupa tinggalkan
Jejak kalian.
Aku harap kalian suka Part ini
Selamat membaca dan aku harap
Cerita ini membuat kalian terhanyut.
.
.
.
.
.
33. ALONE [ SIAPA DIA ?]
APA dia mendengar perlakuannya dan perkataannya tadi ? Jika iya, maka setelah ini pasti akan diusir dari rumah mewah yang sudah dianggap olehnya rumah sendiri.
"Kia ?," Itu Dirga, Abangnya membawa Bola basket.
"Kok Abang di sini ? Dari kapan ?," Tanyanya dengan hati-hati. Dirga berjalan mendekatinya, membuat langkah kakinya sedikit demi sedikit mundur. Dirga mengacak rambutnya, "kok bisa ada di sini ?, Abang nyariin kamu tadi setelah denger perlakuan Althair sama kamu. Tenang aja dia udah beri Abang pelajaran." Nafasnya menghembus lega, memeluk tangan kanan Dirga.
"Laper," keluhnya, tak lama dari itu terdengar perut yang menyahut. Mereka berjalan beriringan ke kantin .
Di sebrang mejanya, Kia dapat melihat Murid baru yang tadi pagi baru saja masuk duduk di samping Althair dengan sekali-kali menyuapi lelaki itu. Nafasnya memburu, "Itu cewek kenapa genit banget sih ?," Geramnya.
Ray menjeda makannya, "Oh itu namanya Raya. Dari penampilannya kayanya dia bukan anak baik-baik. Saran gua jangan deketin," Kia mengangguk saja, tetapi dibalik itu moodnya benar-benar rusak. Apa ini karma untuknya ? Ah, Kia bahkan gak percaya karma.
Sendok itu dengan sengaja digesekkan dengan piring secara kencang, untuk menunjukkan kekesalannya kepada Althair. Dirga melihat Kia dari samping, "Udah diemin aja. Abang bisa cariin cowok lain yang lebih baik dari dia. Lagipula ngapain ngambil bekas orang ?," Jantungnya berdegup kencang, tangannya melemas. Kenapa ucapan Dirga hampir sama dengannya ? Apa lelaki itu memang benar-benar mendengarkan perkataan nya tadi ?
Dibalik rencananya itu Dessi tersenyum puas, melanjutkan makannya yang sempat terhenti karena melihat reaksi Kia yang membuat moodnya membaik.
Kakinya pergi keluar kantin dengan sedikit berlari mengikuti murid baru yang namanya Raya itu. Tepat di toilet yang sedang diperbaiki, berada dilantai Dasar. Pintu Toilet di dorong olehnya, mengunci pintu itu. "Keluar lu Pelakor !" Teriaknya melempari barang-barang di sekitarnya.
"Cari gua ?," Lampu menyala bersamaan dengan terlihat nya perempuan menyilang kan tangannya di pojok. Kia ingin menamparnya namun dengan cepat ia menahan, " Kenapa cariin gua ? Fans ? Mana buku sama pulpen lu ? Gini nih kalau orang cantik baru masuk langsung ada Fans nya." Papar Raya, mengangkat dagunya dengan angkuh.
Kia menarik tangannya, "Najis. Lu itu kelas rendahan gausah sok cantik,"
"Anak adopsi aja gayaan," Bisiknya menabrak Punggung kia yang masih membeku. Raya keluar dari Sana, lalu mengunci pintu toilet. Memainkan dengan memutarkan di jari telunjuk saat Suara teriakan Kia meminta tolong terdengar.
---
" Raya,"
"Gua bukan Raya Kea," Elaknya merasa tidak suka dengan nama itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
[3] ALONE [END] ✓
Roman pour Adolescents[PLAGIAT DILARANG MENDEKAT] Keana perempuan cantik yang sangat dibenci oleh kedua orangtuanya juga abangnya. Entah apa penyebab mereka membencinya. Setiap hari dia mendapat perlakuan yang sangat tidak adil. Perkenalkan saja namanya Kiana saudara an...
![[3] ALONE [END] ✓](https://img.wattpad.com/cover/263037129-64-k35671.jpg)