43. ALONE

9.1K 352 3
                                        

PLAGIAT DILARANG MENDEKAT !

SEMOGA SUKA

SEMOGA SUKA

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

43. ALONE

JELAS-JELAS kejadian ini tidak ada buktinya, namun Starla terus menerus meminta kepada guru BK bahkan kepala sekolah yang turut hadir di Ruang sidang sekolah agar menuntutnya, dan mengeluarkan dia dari sekolah ini. Sedangkan tidak ada pembelaan dari pihak yang dicurigai sejak awal, itu membuat Kepala sekolah dan guru BK sedikit ragu padanya.

Kia yang mengaku sebagai korban duduk lemas di sebuah kursi, enggan untuk berbicara seolah-olah dia trauma.

Ini sudah kesekian kalinya Kepala sekolah menjelaskan secara baik-baik pada Starla. "Maaf bu, tapi semua kejadian ini tidak ada buktinya, dan tidak jelas. kapan, dan dimana Kea melakukan perundungan pada Kia."

Starla semakin di buat marah, "Tidak ada buktinya ? Apa-apaan ini ? jelas-jelas anak saya luka-luka seperti ini, apa ini bukan bukti ?"

Fera berdiri dari duduknya, membuka suara. "Tante, Kemarin-kemarin saya masih memaafkan tante. Mungkin kali ini enggak, saya gak akan biarin sahabat saya dipojokkan terus. Tante gasadar ya ? kalau dia itu punya penyakit jiwa, dia itu lukain diri sendiri. Mana mungkin Kea setega itu ? tante itu selama ini buta ya ? atau harus aku bukain donasi mata dulu ? Biar tante liat mana yang bener dan enggak. Lagipula Jelas-jelas Kea sama Kirana kok sejak tadi. Lagipula Tante gak liat secara jelas kan kronologinya ? Sekarang saya tantang Tante untuk buka perban itu, Kalau ada apa-apa sama anak itu saya akan tanggung jawab."

Tangannya meremas rok sekolahnya, Fera s*alan. Semua rencananya hancur dalam beberapa menit. Dalam sekejap perhatian orang-orang teralih padanya, ketika Fera duduk.

"Kamu gila ya ? Ingin mencelakai anak saya ?" Sarkas Starla.

Perkataan Fera memang ada benarnya, mereka tidak tau jelas kronologinya. Kia berdiri melihat Fera dengan kesal, wanita itu musuh terbesarnya setelah Kea yang harus dimusnahkan dari muka bumi ini.

"Maksud kamu apasih Fera ? Kamu fikir aku bohong ?." Suasana kian menegang.

"Seharusnya kamu tanya sama temen kamu itu, kalau dia bukan yang bully aku pasti bakal angkat bicara. Tapi apa ? Dia cuman bungkam mulut, yang artinya itu bener kan ? dia gak berani ngungkapin semuanya." Lanjutnya.

Kea memberanikan diri untuk melihat mata Kea yang penuh kecemasan. Wanita itu memang harus di kasih pelajaran sedikit-sedikit.

"Saya diam bukan berarti saya salah, saya cuman berfikir. Percuma juga kalau saya angkat bicara, pasti semua orang gak akan percaya. Ya emang pada dasarnya gak ada yang percaya sama saya, jadi jika menjelaskannya akan sia-sia dan membuat mulut saya pegal." Wanita itu berbicara dengan sedikit sindiran yang terselip.

---

Mobil hitam tidak meneruskan perjalanannya saat tidak sengaja melewati rumah sakit yang akhir-akhir ini sering kali dikunjungi oleh sang pemilik mobil. Kendaraan beroda empat mengubah arahnya untuk memasuki rumah sakit. Sang pemilik mobil keluar dibantu oleh dua orang yang senantiasa mengikutinya kemana saja.

[3] ALONE [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang