[PLAGIAT DILARANG MENDEKAT]
Keana perempuan cantik yang sangat dibenci oleh kedua orangtuanya juga abangnya. Entah apa penyebab mereka membencinya. Setiap hari dia mendapat perlakuan yang sangat tidak adil.
Perkenalkan saja namanya Kiana saudara an...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
-
-
52. ALONE
Rifqi menutup matanya, berusaha sekeras mungkin menghentikan air mata yang terus keluar. Disamping itu Dirga berdiri bersama Javas disampingnya, tadinya mereka berniat untuk membolos namun tidak menyangka melihat Rifqi dengan keadaan seperti ini. Sebenarnya tujuan Dirga bukan sekedar membolos, dia juga ingin memancing Javas untuk mengatakan sesuatu tentang Keana. Dirga tau jika temannya mengetahui hal tentangnya yang bahkan tidak diketahui olehnya.
Sayang sekali niatnya ingin tidak masuk hari ini terpaksa harus dirungkan, ketika Javas baru sadar jika dia tidak tau alamat Keana dirawat. Padahal setelah ini Javas berniat untuk menemui Rifqi untuk membicarakan hal ini, namun tidak menduga mereka bertemu sekarang.
Sepertinya Rifqi tidak menyadari keberadaan mereka, Pria itu masih meneteskan air mata namun.
Rifqi menghela nafas, dia berbalik berniat untuk pergi dari sana. Dilihatnya Dirga dan Javas yang masih berdiam kaku.
Ia tidak mempedulikan hal ini, walau merasa malu karena terlihat seperti orang lemah. Namun, mau bagaimana juga dia adalah manusia yang bisa menangis.
Rifqi melewati mereka begitu saja, seolah tidak ada yang terjadi.
"Tunggu." Langkahnya berhenti, badannya sedikit berbalik kebelakang. Tanpa melihat seseorang yang memanggilnya, sudah jelas dia mengetahui orang itu .... Dirga.
"Bisa disini sebentar ?"
"Kenapa ? Kalau ada perlu ngomong aja. Gua gak punya banyak waktu." Javas berdecih, Pria itu benar-benar seperti orang sibuk. Dirga menyuruhnya duduk.
Suasana ini sedikit menegangkan. Javas berdehem, dia mengkode pada Rifqi agar tidak mengatakan apa-apa pada Dirga, dan mencoba mencari alasan lain. Entah kenapa Javas merasakan firasat jika sobatnya itu akan menanyakan soal Keana. Ya, seharusnya Dirga berhak mengetahui keadaannya saat ini. Namun, mereka berdua sudah terlanjur berjanji pada wanita itu.
---
Ini sudah seminggu, namun Keana belom sadarkan diri juga. Demi membuatnya sadar, sudah berkali-kali Kenzo mengganti Dokter. Namun sampai hari ini, tidak ada tanda-tanda untuk bangun.
Kenzo benar-benar kecewa pada dirinya sendiri, yang lebih mementingkan pekerjaan daripada kesehatan adiknya. Ia mendesah, andai waktu bisa diulang kembali.
Tangannya menggenggam tangan Keana, berharap dia merasakan kehangatan.
Kenzo sudah seperti orang stres selama seminggu ini, pekerjaannya berantakan, waktu istirahatnya berantakan, jarang sekali makan. Lihatlah, kondisinya begitu mengenaskan, dan terlihat kurusan. Walau Surya atau Brama bahkan asisten pribadinya mencoba membujuk pria itu agar makan dan istirahat secara teratur, namun mereka bertiga malah kena Omelan ya.