27. ALONE

9K 398 14
                                        

27

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

27. ALONE

" Beneran Hamil ? Demi apa ?,"

"Iya gua gak boong kok, coba liat akun Lambe turah sekolah."

"Hamil anaknya Javas ? K-kok bisa sih ?,"

"Eh, diakan orangnya ?," Kakinya terhenti, melihat dua orang remaja menatapnya jijik dan menjauhinya. Seolah jika dia adalah sampah.

Tatapan demi tatapan jijik diterimanya. Yang jelas kea tidak tau penyebabnya, tetapi walau begitu roda kursi yang dikenakannya beberapa Minggu ini terus dia putar menuju kelas tanpa henti.

Palanya tertunduk, melihat segerombolan lelaki yang tak lain adalah Dirga dari arah berlawanan dengan yang lainnya. Namun tidak ada Javas di sana.

Gevan menatapnya sinis, tak biasanya lelaki itu bersikap seperti ini padanya. Biasanya remaja cowok berparas tampan dengan hati dinginnya tidak pernah melihatnya dengan tatapan sinis.

"Udah hamil berapa bulan ? Harganya berapa sih ?," Tanya Dirga sungguh membuat hatinya terhenyuk. "Gua kira polos ternyata Salah, murahan." Badannya bergetar, palanya mendadak pusing seperti di tusuk berkali-kali oleh jarum.

" semiskin itu sampai mau di sewa ?," Sahut Ray.

"Siapa yang kalian maksud ? Aku gak hamil, itu cuman hoax. Aku gak mungkin ngelakuin hal sejijik itu." Belanya dengan suara yang bergetar.

"Terus, maksud lu foto itu apa ? Hoax ? Jelas-jelas ad-"

"ARGHTT" Kea berteriak histeris memegang kepalanya yang sakit. Orang-orang di sana menatapnya dengan merinding.

Dirga menamparnya dengan kencang, tepat disaksikan oleh murid-murid di sana. Tamparan itu sangat kencang, hingga membuat pipinya terlihat merah. "Gausah caper hahaha, biar dikasianin kaya gitu ?," Kea menjalankan kurus rodanya sangat cepat dari sana meninggalkan kerumunan.

Gevan menatapnya nanar pada punggung Remaja perempuan itu.

Pintu toilet di tutup olehnya. Semakin lama rasa sakit semakin terasa dan membesar. Dengan susah payah, kea menggapai ponselnya di dalam ponsel. Badannya sudah tergeletak di lantai toilet, "s-sakit," lirihnya.

Tepat pada akhirnya, jari jempolnya bergerak menelfon satu kontak. Telfonnya berkali-kali di tolak oleh si pemilik nomor. Hingga pada akhirnya terhubung. Bibirnya melengkung ke atas, "Al-thair tol-ongin aku .... S-sakit,"

"Kenapa ? Mau akting lu di depan gua ? Udah pantes kok, jadi ratu akting. Gausah hubungin gua lagi deh. Gak sudi gua Deket sama cewek kaya lu."

[3] ALONE [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang