[PLAGIAT DILARANG MENDEKAT]
Keana perempuan cantik yang sangat dibenci oleh kedua orangtuanya juga abangnya. Entah apa penyebab mereka membencinya. Setiap hari dia mendapat perlakuan yang sangat tidak adil.
Perkenalkan saja namanya Kiana saudara an...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kalau ada Typo, dialog tag, atau
Tanda baca yang salah Mohon segera dikoreksi.
PLAGIAT DILARANG MENDEKAT⚠️
Terimakasih sudah berniat membaca Cerita abal-abal ini
Happy reading
.
.
.
.
.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
36. ALONE [PINGSAN ?]
"TAPI aku gak mungkin untuk ikut bang," Keputusannya sudah bulat, tidak mau dibantah oleh siapapun walau itu Kenzo sekalipun.
"Kenapa ?Pasti gara-gara mereka kan ? Sudah berapa kali Abang bilang, tidak perlu takut. Abang bakal jaga kamu, bersama Bang zidan," Kekeuh Kenzo, memaksanya terus-menerus untuk datang ke acara keluarga. Anak Rambutnya diletakkan dibelakang telinga ketika menghalangi penglihatan Remaja perempuan yang usianya 9 tahun lebih muda darinya.
Kenzo melanjutkan Ucapannya ketika melihat keraguan di wajah remaja itu, "Kamu gak kangen sama Omah ?," Sambungnya, mengusap kepala adiknya.
Ya, dia benar-benar Rindu dengan kerabatnya di sana terlebih lagi dengan sang Omah dan Opah, karena mau bagaimanapun hubungan ketiganya sangat dekat.
Hembusan nafas terdengar untuk kesekian kalinya, kemudian menggigit jari. Sebenarnya ingin sekali untuk ikut, tapi ketika mengingat perkataan Starla kemarin selalu saja membuatnya takut. Bagaimana jika Starla akan semakin membencinya ?
Alih-alih menjawab pertanyaan Kenzo, ia malah bertanya. "Disana ada Kia ya pasti ?," Bahu lelaki itu terangkat, mengusap pipinya yang terdapat bekas jejak air. "Kamu mau kalau misalnya dia mencuci otak sepupu dan Omah, Opah ? Cukup keluarga kamu saja yang di cuci otaknya. Buktikan kepada mereka, kalau adik Abang ini bisa hidup tanpa mereka, semuanya akan baik-baik saja. Selama Abang berada di pihak kamu," Perlahan senyumnya mengembang, lantas mengangguk dengan mata yang memerah. "Kalau gitu aku ikut," Putusnya, memeluk Kenzo dengan erat.