[PLAGIAT DILARANG MENDEKAT]
Keana perempuan cantik yang sangat dibenci oleh kedua orangtuanya juga abangnya. Entah apa penyebab mereka membencinya. Setiap hari dia mendapat perlakuan yang sangat tidak adil.
Perkenalkan saja namanya Kiana saudara an...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
17. ALONE
Pagi itu ia kira jika Heri tidak melupakan kejadian malam. Entah dia yang terlalu berharap atau Heri yang tidak menepati kata-katanya.
Seharusnya kea sadar jika Heri tak mungkin mengucapkan kata-kata itu dengan tulus. Mungkin saja karena efek mabok.
Ya, seharusnya dia tidak terlalu berharap kasih sayang Heri padanya kembali seperti dulu. Kea tersenyum miris, semua harapan yang dimimpikan hancur seketika saat melihat perilakunya yang kasar ketika dengannya.
Hanya karena kia di hukum, dan berujung diskors oleh pihak sekolah. Kea selalu disiksa, dan lebih kejamnya lagi ia diperlakukan layaknya seperti hewan. Memakan nasi tanpa alas, dan makan di ubin. Ewhh
Coba kalian bayangkan ? Lantai itu belum sama sekali di bersihkan.
Nasi dan garam yang melengkapi sarapannya pagi ini. Sedangkan di meja sana, sangat banyak laukh yang tadi pagi dia masak subuh-subuh.
Sebutir air mata menetes, terjatuh di nasinya. Kea merasakan sesak yang begitu dalam. Kapan penderitaan nya berakhir ? Apa semua ini belum cukup ?
Haruskah menyerah saja pada hidupnya ? Ia cukup lelah dengan semua ini.
Dunia begitu kejam, ia membiarkan orang-orang lemah tertindas dan ditindas. Lalu membiarkan orang-orang kuat menindas, dan berkuasa.
Untuk terlahir di bumi ini yang dipenuhi kekerasan kita tidak boleh menjadi orang lemah. Karena banyak orang yang akan memanfaatkanmu dan menjadikanmu kelinci percobaan. Ditambah lagi dengan kemunafikan masyarakat dan lingkungan sekitar.
"Apa kamu kekurangan laukh ? Kebetulan Kia tidak habis, makan saja ini, saya masih berbaik hati memberikanmu makanan, daripada mencari makanan di tong sampah seperti gelandangan di luar sana" Starla melempar daging ayam yang tersisa sedikit.
Kea tersenyum, setidaknya ayam sudah menambah laukh pada makannya di pagi hari ini.
Makanannya tandas, bekas-bekas nasi yang berada di lantai sudah disapu olehnya selepas makan. Pekerjaan rumah yang harus diselesaikan nya sebelum sekolah adalah, mencuci piring, menyapu, dan mengepel. Belum lagi barang-barang yang berserakan di ruang tamu.
Sepertinya dia akan datang terlambat.
-oOo-
Ternyata benar, dugaannya ini memang tidak pernah meleset. Entahlah mungkin dia adalah peramal. Pintu kelas sudah tertutup rapat, andai jika hari ini bukan pelajaran Bu Tin mungkin dia sudah masuk.