15 ALONE

10.7K 459 2
                                        

-

-

-

15. ALONE

"eh lu udah denger gak sih kalau Kia sama Althair jadian ? Gila potek banget hati gua"

Baru saja Fera menginjakkan kakinya disekolah tapi dia mendengar pembicaraan yang membuatnya telinganya seketika panas. Kakinya berhenti, pendengaran nya ditajamkan supaya dia bisa mendengar obrolan kedua siswi itu.

"Iya, beruntung banget anjir si kia, eh tapi kan bukannya Althair belom putus sama kea ?"

Kuku-kuku nya memutih. "Maruk banget dia hahaha, gak papa dah gua jadi yang ketiga juga mau" temannya siswi itu menoyol palanya, "mimpi"

Fera berjalan meninggalkan mereka, kakinya melangkah lebar menuju kelas Xl-4. Pintu kelas itu ia buka hanya dengan tendangan satu kali, matanya menyapu setiap ruangan.

Kini seisi kelas melihat ke arah nya, tak terkecuali dengan perempuan yang sedang tertawa bersama kedua temannya.

Plak

Satu tamparan mendarat di pipinya yang mulus kini menjadi merah. Suasana dikelas itu mulai riuh, kala Fera menamparnya secara keras.

Sang korban menangis tersedu,"Kenapa kamu nampar aku Fera ?" Fera berdecih, lalu menjambak rambut Kia dengan menariknya kebelakang, "Kata lu kenapa ? Dasar pelakor" Sinis nya.

Sial, gua gak bisa ngelawan.

Fera tersenyum miring ketika melihat wajah kia yang nampak kesal. "Gatau malu banget sih lu, sehabis minta maaf sama kea dan bikin dia masuk rumah sakit, sekarang lu rebut pacarnya ? Murahan"

"Stop, gausah katain aku murahan Fera, aku itu buk-"

Fera mencengkram dagu Kia dengan menyudutkan kepalanya ke tembok, "kenapa ? Ucapan gua emang bener kok, lo itu murahan tau gak, selain itu lo bermuka dua, ck munafik"

Kia menepis cengkraman Fera. Ia meringis kecil, ketika kulitnya lecet akibat kuku-kuku Fera yang begitu tajam. "Kayanya kamu benci banget sama aku Fera, kenapa sih ? Apa ini disuruh sama kea ? Mana orangnya ? Seharusnya dia selesaikan masalahnya sama aku bukan nyuruh orang, pengecut banget temen kamu itu "

Fera duduk di atas meja, lalu menuang air putih ke kepala Kia. Suasana kelas mendadak hening, "Bukannya lu yang pengecut ? Lu nyuruh dirga mohon sama gua dan Kiran untuk enggak memperpanjang masalah waktu lu nyiksa kea ditoilet, Jadi siapa yang pengecut disini ?"

Muka Kia memucat, satu kelas mulai berbisik-bisik mereka mulai menebak jika ucapan Fera itu benar, ada juga yang mendukung Kia. Murid-murid kelas ini terbelah menjadi dua, pendukung Fera dan pendukung Kia.

[3] ALONE [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang