
19. ALONE
Dikehidupanku, aku adalah tokoh utamanya, bukan orang lain. Jadi aku bebas berbuat apapun yang akan mau asal tidak melewati batas. Lantas, kenapa setiap aku ingin melakukan hal-hal yang menyenangkan menurutku selalu tidak berani, dengan alasan takut untuk dihukum ? Aku pengecut.
Kuakui itu.
Namun apa kali ini aku akan hidup dengan bebas ? Tanpa penyiksaan yang selalu kurasakan ketika dirumah yang tidak lagi rumah melainkan neraka bagiku.
Saat itu hujan turun dengan deras dimalam hari, membasahi sepatunya yang terkena cipratan hujan. Bau tanah mulai memasuki penciumannya.
Pasti sangat menyenangkan jika tidur di saat hujan. Tidur dengan nyaman tanpa merasakan Kepanasan, atau banyak nyamuk di kamarnya. Namun untuk saat ini pikiran itu segera dihanguskan olehnya.
Lagi-lagi hanya bisa mengusap kedua tangannya, dengan mendesah pelan saat hujan semakin deras.
Tidak ada kendaraan umum yang lewat didepannya. Wajar jika ini sudah sangat malam. Bahkan jalanan hanya terdengar suara jangkrik yang berkeliaran. Padahal matanya sudah sangat mengantuk, beberapa kali juga menguap menandakan jika dia sudah tidak tahan untuk menahan rasa kantuknya yang begitu besar.
Namun bagaimana saat ia tidur, ada seseorang yang mengambil barang-barang berharga nya di koper ? Maka keesokan harinya dia sudah menjadi gelandangan.
Dia tidak habis pikir dengan mereka mengusirnya ditengah malam seperti ini. Benar-benar tidak punya pikiran, termasuk teman-teman nya yang hanya melihatnya saja, tanpa menolongnya tadi.
Dikehidupan ini memang kita harus jahat sedikit oleh orang-orang yang menindas kita. Karena jika mereka menganggap kita lemah, mereka akan terus membully kita hingga kita menyerah pada hidup kita.
Tetapi dipikirannya adalah, mengapa keluarganya sendiri sangat tega membully nya ? Bahkan menyiksanya ? Apa mungkin dia hanya anak pungut.
Matanya menelusuri setiap jalanan. Kopernya digeret menjauh dari halte bus yang jaraknya beberapa kilometer dari rumahnya. Instingnya sih, menyuruhnya untuk mengontrak saja. Daripada tidur di kolong bawah jembatan seperti gelandangan. Untung Dia sendiri memiliki uang tabungan yang cukup untuk menyewa selama 2 bulan.
Tangannya terulur mengambil formulir yang tertempel di pohon. Lalu tersenyum tipis, dengan cepat dia mencari alamat yang berada di brosur itu dengan cara berjalan kaki .
-oOo-
Bahkan karena tidur semalaman dilantai, badannya terasa sangat sakit dan pegal. Tiba-tiba saja perutnya berbunyi dengan kencang.
KAMU SEDANG MEMBACA
[3] ALONE [END] ✓
Novela Juvenil[PLAGIAT DILARANG MENDEKAT] Keana perempuan cantik yang sangat dibenci oleh kedua orangtuanya juga abangnya. Entah apa penyebab mereka membencinya. Setiap hari dia mendapat perlakuan yang sangat tidak adil. Perkenalkan saja namanya Kiana saudara an...
![[3] ALONE [END] ✓](https://img.wattpad.com/cover/263037129-64-k35671.jpg)