[PLAGIAT DILARANG MENDEKAT]
Keana perempuan cantik yang sangat dibenci oleh kedua orangtuanya juga abangnya. Entah apa penyebab mereka membencinya. Setiap hari dia mendapat perlakuan yang sangat tidak adil.
Perkenalkan saja namanya Kiana saudara an...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
40. ALONE
ALTHAIR Memakirkan motornya di parkiran yang seketika mendapatkan sambutan dari perempuan yang belakangan ini memenuhi fikirannya. Ia tersenyum sambil melambaikan tangan, Kakinya sedikit berlari untuk menyusul Althair yang masih berdiam diri di tempat.
"Hallo Al, mau ke kelas kan ?," Althair mengangguk, menebarkan senyumnya.
Kedua remaja berpakaian sekolah memasuki gedung sekolah diiringi perbicaraan. "Al, aku denger Chika sama Kak Gevan pacaran ? Kok kamu biarin sih ?" Sanggahnya dengan sewot, hal itu membuat langkah Althair terhenti.
"Kenapa emangnya? Kok lu yang sewot ?"
"Y-ya aku kan .... Gamau kalau orang yang udah aku anggap adik pacaran sama orang kaya Gevan. Gimana kalau Gevan sakitin adik Kamu Al ? Dia pacarin Chika cuman buat bales dendam karena kamu putusin Kea ? Bisa ajakan ?," Kompornya tersenyum miring melihat wajah Althair yang memerah.
Kia menyusul langkah Althair yang Lebar dan cepat, tangannya terkepal hingga urat-urat tangannya terlihat. Murid-murid di sana segera menyingkir dari hadapan lelaki itu.
Percuma saja Langkah Althair yang terlalu cepat membuatnya limbung hingga tersandung, bibirnya meringis merasakan perih pada bagian dengkulnya. Kepalanya terangkat melihat Althair yang masih terus berjalan, "Al tolong aku," Teriaknya dengan kesal. Alih-alih berhenti, justru Althair tetap berjalan pada tujuannya, seolah tuli tidak mendengar teriakan.
"Dasar tul*, gak berguna banget." Bisiknya, menggapai tembok-tembok, agar bisa berdiri.
Suasana kelas yang Ramai kian bergilir sepi, saat seorang pria masuk dengan tatapan lurus yang menatap Gevan dengan pandangan permusuhan. Ia melayangkan tinjuan pada pemuda itu, teman sebangkunya -Javas- yang tertidur karena mengantuk seketika melotot menyaksikan sobatnya yang dihajar.
Althair menarik kerah baju Gevan, "Putusin Chika S*alan,"
Javas menarik jaket yang dikenakan Althair, "Woy Bro, santuy dong. Jangan pake bogeman gini," Althair berontak hingga pegangan Javas pada Jaketnya terlepas. "Gausah ikut Campur, urusin aja Anak h*ram lu itu."
Javas tersulut emosi, namun Ray menepuk pundaknya dengan menggeleng.
Althair tersenyum sinis, melanjutkan aksinya. "Sampai kapanpun gua gak bakal Sudi adik gua pacaran sama orang kaya lu,"
"Oh, ada lagi ?" Javas tertawa keras melihat Gevan yang terlihat santai.
Hal itu justru membuat Althair semakin kesal, "Lia-"
"Woy Althair, ada mantan lu. Gila cantik banget, tadi aja gua hampir gak ngenalin." Tiba-tiba saja Rio berada di depan kelas, entah tau darimana keberadaannya. Rio merasa kesal, ketika tidak ada pergerakan dari temannya akhirnya ia menariknya ke kelas sebelas.
Dirga dan Javas yang tau maksudnya Rio menyusul keduanya keluar, Gevan dan Ray juga berlari.
Keadaan kelas sebelas sedikit ramai ketika seorang wanita mengenakan kursi roda duduk dengan anggun, terlihat polesan makeup, tatapan sinis, dan muka yang tidak menampakkan senyum menjadi pusat perhatian. Benarkah dia si gadis cupu SMK nya ?