
22. ALONE
Ia tak bisa menahan tangisannya. Semua siswa di sana mengejeknya. Tertawa, Tersenyum, mereka semua melakukan itu dengan kata-kata umpatan yang kasar. Saat ini disekelilingnya benar-benar tidak ada celah sedikitpun untuk kabur.
Dia kira setelah hari itu semua orang akan berhenti membully nya namun salah. Berbanding balik dengan khayalan nya, yaitu dikucilkan oleh murid-murid di sekolah ini. Terutama siswi yang tidak suka padanya.
Mungkin rasa kebencian mereka padanya tidak akan bisa tergantikan, dan akan selalu seperti ini. Andai jika bisa berpindah sekolah, mungkin itu sudah dilakukan olehnya senja awal di bully namun itu semua hanya angan-angan. Berkat Kia yang menghasut Starla dan Rezi dia jadi tidak di perbolehkan untuk pindah sekolah.
Gadis itu -kia- selalu memprovokasinya saat kea meminta sesuatu pada mereka. Entahlah terlihat ada aura kebencian setiap wanita berbadana pink itu melihat nya.
Guru bertumbuh Gempal dengan penggaris kayunya menghampiri segerombolan siswa dan siswa. "Apa-apaan ini ? Bubar cepat !!," Mereka berlarian ke dalam kelas dan kantin.
Lelaki paruh baya berpakaian guru melihat prihatin padanya, "Mending kamu bersihkan diri kamu dulu ya kea, abis itu ke UKS. Saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas perlakuan mereka sama kamu, saya sudah pusing dan malu mempunyai murid seperti mereka. Andai semua murid di sini seperti kamu," Kepalanya diangkat, ia tersenyum walau ujung bibir terasa nyeri akibat tamparan salah satu orang tak dikenal tadi. "Lagipula ini bukan salah bapak kok, kalau gitu saya pamit dulu ya pak."
Tidak ada yang tau sampai kapan pembullyan ini berakhir. Percuma saja jika ada yang melaporkan tentang pembullyan kepada kepala sekolah, dan kepala sekolah juga beberapa kali mengancam dan menghukum mereka. Namun karena murid-murid berandalan juga susah di atur itu tidak jenuh dan tetap dengan pendiriannya untuk membully siswi/siswa lemah di sekolahnya.
Jadi kapan penderitaan nya berakhir ?
Keana yang terduduk di lapangan sekolah mengambil Tongkat, tergeletak sedikit jauh darinya. "Ini," Guru berbadan gempal itu membantunya mengambil.
Ia mengucapkan terimakasih, sambil berdiri dengan perlahan.
Setelah membeli seragam, ia memasuki toilet. Untung di koperasi hanya ada guru saja yang berjaga.
Toilet perempuan sangat sepi, mungkin karena bel masuk yang sudah berdering. Ia mengganti bajunya di pintu toilet pertama.
Ketika sudah selesai berganti baju. Pintunya terkunci, ia menarik pegangan pada pintunya beberapa kali memutarnya. Keringat sudah membasahi pelipisnya kala pintu tidak bisa terbuka, gadis itu menghembuskan nafas meletakkan plastik yang berisi baju kotor ke lantai.
Gedoran pintu beserta teriakan minta tolong terdengar dari pintu toilet siswi. Walau ada murid-murid yang masih berlalu-lalang mereka tidak peduli akan hal itu, dan terus melanjutkan langkahnya menuju tujuannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[3] ALONE [END] ✓
أدب المراهقين[PLAGIAT DILARANG MENDEKAT] Keana perempuan cantik yang sangat dibenci oleh kedua orangtuanya juga abangnya. Entah apa penyebab mereka membencinya. Setiap hari dia mendapat perlakuan yang sangat tidak adil. Perkenalkan saja namanya Kiana saudara an...
![[3] ALONE [END] ✓](https://img.wattpad.com/cover/263037129-64-k35671.jpg)