Asahi keluar dari perpustakaan setelah berjam-jam ia habiskan waktu menunggu Ryujin dengan membaca buku literatur tentang manajemen bisnis.
Buku tersebut memang tidak sesuai dengan jurusannya tapi ia tetap harus belajar mengenai bisnis dan bahkan sering les privat di rumahnya. Ayahnya ingin suatu saat nanti Asahi bisa menguasai ilmu bisnis dan meneruskan perusahaan ayahnya.
Asahi tidak menolak untuk meneruskan perusahaan, hanya saja ia lebih minat untuk menjadi konsultan hukum dan bekerja dari hasil jerih payahnya sendiri.
Menjadi seorang Pemimpin perusahaan tidak harus jurusan manajemen saja. Untuk saat ini Asahi merasa ayahnya masih sanggup mengendalikan perusahaan.
Kelak saat waktunya ia meneruskan perusahaan, ia sudah memiliki banyak pengalaman dari pilihan kerjanya sendiri.
Sekarang sudah pukul 17.30 sore. Asahi lupa menanyakan kelas Ryujin, akhirnya ia memutuskan untuk menunggu di area pojok baca dekat fakultas Ryujin. Area itu juga terlewati oleh siapapun yang akan kearah parkiran.
Tak lama, banyak mahasiswa mahasiswi yang berhamburan keluar kelasnya masing-masing. Termasuk Ryujin yang sedang berjalan bersama Chae dan Minju.
Karena Ryujin tidak tahu keberadaan Asahi, maka ia memutuskan untuk ke parkiran saja siapa tau laki-laki itu menunggunya di mobil.
"Itu si Asahi kan Jin?" tanya Minju sembari menunjuk seseorang.
Ryujin mengikuti arah telunjuk Minju dan benar saja ada Asahi disana.
"Sa."
Asahi membalikkan badannya kearah sumber suara. Ia melihat Ryujin yang sudah ada dibelakangnya bersama dengan dua perempuan yang sama pas di rooftop waktu itu. Kemudian Chae dan Minju pamit pulang duluan.
"Sorry lama."
"Gapapa, yuk pulang."
.
.
.
Ryujin memasuki rumahnya dengan diikuti oleh Asahi. Di ruang keluarga seluruh anggota keluarga Ryujin sedang berkumpul yang memang menunggu kedatangan mereka berdua.
"Karena udah sampai rumah, yuk kita makan malam bersama," ajak Sowon pada Asahi.
"Gapapa tante, saya makan di rumah aja"
"Loh ko gitu, tante udah nyiapin makanan banyak nak. Ayo."
Sowon mengajak Asahi ke dapur dan diikuti oleh yang lainnya.
Sowon menyiapkan banyak makanan dan cemilan cookies untuk makan malam. Asahi sudah mengantar jemput Ryujin jadi setidaknya melalui makan malam bisa membalas budi kebaikan Asahi hari ini.
"Nak Asahi makasih ya seharian ini udah jagain Ryujin, dia gak rewel kan?"
Ryujin menyenggol siku tangan Sowon yang duduk tepat disampingnya.
"Sama-sama tante."
"Bye the way As, lo anak hukum?" tanya Jihoon untuk memastikan, ia lupa lupa inget saat Asahi memberitahunya tempo hari.
"Iya kak."
"Jangan terlalu kaku gitu As, panggil gue abang aja."
"Dih emang kak Asahi ngakuin kak Jihoon abang?" cicit Junghwan, ia sendiri memang tidak memanggil Jihoon dengan panggilan "abang", karena kebiasaan aja sih sebenarnya.
Jihoon memiting leher Junghwan, kebetulan adiknya itu duduk tepat bersebelahan dengannya.
"Bang." ucapan Jinhwan sukses menghentikan "pemitingan" Jihoon pada Junghwan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ROSE - Asahi Ryujin
Fiksi Penggemar[COMPLETED] ✓ "Perihal takdir, cinta, luka dan melepaskan" "Cintaku seperti mawar merah, sekarang memang terlihat indah tapi duriku yang tajam akan melukaimu. Cintaku seperti mawar merah, benar. Aromanya begitu harum tapi semakin kau dekati, semakin...
