Persidangan kasus Renjun sudah berlangsung, walaupun belum ada putusan akhir. Saat ini Sowon dan Ryujin sedang mengunjungi Renjun.
"Gimana kabarmu nak? udah makan?" tidak ada jawaban.
"Maafkan bunda karena tidak bisa membelamu, apa yang udah kamu perbuat memang salah tapi percayalah pada bunda kalau bunda tidak akan pernah membencimu. Setelah kamu bebas nanti, pulanglah pada bunda ya nak."
"Gue dan yang lain juga gak akan pernah benci ko sama kak Renjun, gue udah maafin kakak juga."
"Bunda udah titip pesan pada pengacara dan orangtuamu untuk selalu menjaga kamu terutama kondisi kesehatanmu."
Sowon memaklumi apabila Renjun tidak ingin berbicara saat ini tapi ia akan tetap menjenguk putranya itu setiap waktu.
"Bunda pulang dulu ya, jangan lupa makan dan jangan sampai sakit."
Sowon dan Ryujin sudah bangun dari duduknya dan hendak pergi dari sana. Baru saja beberapa langkah, keduanya berhenti.
"Makasih bunda dan maaf, maafin gue juga Ryujin."
Sowon membalikkan badannya dan menatap Renjun dengan tatapan terharu serta bahagia, akhirnya Renjun bisa membuka hatinya.
Begitupula Ryujin, walaupun ia masih ketakutan apabila melihat Renjun tapi ia sudah memafkan kakaknya itu.
.
"Bunda gimana bang Renjun?"
"Bunda bahagia akhirnya Renjun bisa membuka hatinya buat bunda."
Jihoon, Junghwan dan Jinhwan tentu senang mendengar itu. Apapun yang telah terjadi, Renjun tetap keluarga mereka.
"Masih gak nyangka kalau Junghwan punya tiga kakak."
"Iya nak, bunda pengen kalian tetap sayang sama Renjun ya. Renjun tetap kakak tertua dan kalian harus menghormatinya," ketiga anak Sowon mengangguk.
Sowon sudah menceritakan semuanya perihal masa lalunya. Sowon asli dari Bogor, setelah lulus SMA ia diajak menikah oleh pacarnya walaupun hubungan mereka ditentang.
Sekitar enam bulan setelah pernikahan, Sowon hamil. Kecelakaan itu terjadi saat usia kandungan Renjun menginjak umur enam bulan. Jadi dapat disimpulkan, pernikahannya hanya 1 tahun saja.
Setelah menyerahkan Renjun, Sowon kembali pada orang tuanya dan keluarga ayah Renjun pindah rumah. Tentu Sowon kehilangan sekali saat itu akibatnya ia banyak pikiran dan sering sakit.
Satu tahun kemudian, Sowon memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Bandung dan bertemu dengan Mina. Jadi Mina lebih muda dari Sowon tapi mereka satu angkatan.
Setelah lulus kuliah, Sowon langsung dapat pekerjaan di Jakarta dan di tempat kerjanya itulah ia bertemu dengan Jinhwan. Satu setengah tahun kemudian barulah mereka menikah.
.
.
.
Mina sedang gelisah setelah mendapatkan pesan text dari sahabatnya yang kebetulan bekerja di kantor pusat HB. Isi pesan tersebut menjelaskan mengenai hubungan suaminya dengan wanita lain.
Tak lama pintu kamar terbuka dan masuklah Hanbin, suaminya itu sempat menyapa Mina sebentar sebelum langsung masuk ke kamar mandi.
Setelah Hanbin selesai mandi dan hendak berbaring di kasurnya, Mina mengajak Hanbin untuk berbicara.
"Mas aku mau bicara sesuatu."
"Tentang apa?" kini Hanbin duduk di sofa, tepatnya depan Mina.
"Mas aku minta maaf sebelumnya, mungkin hari ini kamu cape tapi aku mohon kita harus tetep bicarain ini," Hanbin mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
ROSE - Asahi Ryujin
Fanfic[COMPLETED] ✓ "Perihal takdir, cinta, luka dan melepaskan" "Cintaku seperti mawar merah, sekarang memang terlihat indah tapi duriku yang tajam akan melukaimu. Cintaku seperti mawar merah, benar. Aromanya begitu harum tapi semakin kau dekati, semakin...
