19

901 150 1
                                        

Jihoon sudah menunggu Ryujin selama sepuluh menit di pojok baca. Awalnya biasa saja mungkin memang telat selesai jam kuliahnya. 

Tapi lama-lama Jihoon kepikiran, teleponnya juga tak diangkat Ryujin. Hingga ada seseorang yang mendekat padanya. 

"Jihoon?"

"Bang Renjun."

"Lagi nunggu siapa?"

"Lagi nunggu Ryujin bang, eh bentar ko lo ada di kampus gue?"

"Gue jadi dosen disini, waktu itu gue lupa bilang."

"Asik nih, bisa sering ketemu."

"Oh iya tadi lo bilang lagi nunggu Ryujin?" Jihoon mengangguk.

"Kelas gue udah selesai dari 20 menit yang lalu." 

"Jadi lo dosen Ryujin bang? kelas lo udah selesai?" Renjun mengangguk.

Jihoon menjadi gelisah "Kita janjian disini tapi dari tadi belum datang juga."

"Udah coba lo hubungi?"

"Udah bang, ponselnya mati." 

Jihoon mondar mandir tidak jelas, ia mulai panik. 

"Lo tenang dulu ya, mungkin dia ada keperluan. Lebih baik kita cari ke kelas dulu." 

Jihoon mengangguk dan kemudian berjalan bersama Renjun menuju kelas Ryujin. 

Saat sampai, keadaan kelas sudah kosong. Di kelas lain juga tidak ada siapa-siapa. Hingga Jihoon memutuskan mencari sampai ke ujung lorong walaupun area itu sepi tapi ia coba dulu.

Langkah Jihoon dan Renjun terhenti saat melihat di area dekat toilet ada Ryujin bersama dua orang laki-laki. 

Hal yang membuat Jihoon menjadi kesal adalah laki-laki yang tepat ada di depan Ryujin itu hendak menampar Ryujin. 

"Hentikan!" Renjun berteriak sehingga menghentikan laki-laki itu. 

Jihoon berlari kearah laki-laki itu dan menarik kerah kemeja orang tersebut. 

"Kalau lo sampai sentuh adik gue, gue gak akan diam gitu aja."

Laki-laki itu tersenyum menyeringai "Akhirnya kita ketemu lagi Hoon."

Jihoon tidak menjawab dan hanya menatap tajam kearah orang itu. 

Renjun berusaha untuk menenangkan Ryujin yang mulai panik. 

"Lo gapapa Jin?" 

Ryujin tak menjawab, tubuhnya mulai bergetar dan akhirnya kehilangan keseimbangan. Tapi untungnya tubuh Ryujin segera ditopang oleh Renjun. 

"Ade lo berulah. Gue harus selesain masalahnya, lo gak usah ikut campur."

"Gak akan gue biarin lo apa-apain Ryujin." 

Jihoon mendorong tubuh orang tersebut hingga hampir terjatuh. 

"Bre**s*k," ucap si laki-laki itu kemudian memukul wajah Jihoon. 

Jihoon memegani wajahnya yang terkena pukulan itu dan kemudian menyerang balik.

BUG - Laki-laki itu terjatuh dan ditolong oleh temannya untuk berdiri.

"Lo inget Hoon masalah lo sama gue aja belum selesai."

"Terus apa hak lo ganggu Ryujin?"

"Ade lo lumayan juga," ucap si laki-laki sembari menyeka darah yang keluar dari ujung bibirnya. 

Mendengar itu Jihoon tambah kesal dan memukul berkali-kali wajah si laki-laki. 

"Jihoon hentikan!" Renjun menarik badan Jihoon agar tidak memukul lagi. 

ROSE - Asahi RyujinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang