55

976 114 6
                                        

Suasana pantai sore hari yang sudah sangat Ryujin rindukan akhirnya bisa ia rasakan kembali.

"Akhirnya bisa liat senja lagi di pantai." 

"Kayak pantai ada di ujung dunia aja." 

"Aku pura-pura gak suka pantai dan senja." 

Asahi langsung menoleh ke arah Ryujin "Kenapa pura-pura?" 

"Buat lupain kamu." 

"Kenapa harus sampai gitu?"

"Nanti aku cengeng kalau ingat kamu sayang." 

Ryujin cemberut sekarang, ia kesal karena sedikit gengsi. Gengsi kalau Ryujin mengakui dirinya yang cengeng cuma gara-gara Asahi.

"Aku juga sedih kalau ingat kamu ko."  

"Beneran?" Asahi mengangguk. 

"Di Jepang kalau musim semi, bunga sakura banyak yang mekar dan itu cantik banget. Aku ingat kamu jadinya." 

"Serius?" 

Ryujin menyenggol lengan Asahi untuk mengejek kekasihnya itu. Tapi tiba-tiba Asahi merangkul pinggang Ryujin dan sedikit menariknya untuk lebih dekat dengannya.

"Iya serius." 

"Ih apaan sih, malu tau. Lepasin Sa." 

Bukannya dilepaskan, Asahi semakin erat merangkul Ryujin. 

"Lepasin, malu banyak yang liat," Asahi hanya menggeleng. 

"Lepasin sayang." 

Asahi melonggarkan rangkulan itu dan tersenyum sangat puas sekarang, sedangkan Ryujin hanya geleng-geleng kepala saja. 

Sedari tadi Asahi dan Ryujin menikmati pemandangan di tempat yang sama saat mereka ke pantai waktu itu, chapel bridge. 

"Aku mau bicara serius." 

"Ada apa nih? tumben."

Asahi mengganti posisinya yang tadinya memandang laut sekarang memandang Ryujin dan otomatis Ryujin juga melakukan yang sama. 

"Katanya mau bicara, ko diam?"

"Kamu ingat kan di tempat ini kita ngapain?" 

"Hmm, ngobrol sambil liat senja." 

"Bukan itu." 

"Terus?"

"Aduh gimana ya bilangnya" sekarang Asahi malah terlihat kebingungan dan sedikit canggung. 

"Kenapa sayang?"

Tiba-tiba Asahi memberikan kode pada seseorang dan datanglah orang itu dengan membawa satu kotak kecil beserta satu buket bunga mawar merah. 

Setelahnya, Asahi langsung membuka kotak kecil itu walaupun masih dengan sedikit canggung.

Ryujin menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena terkejut dengan apa yang ia lihat sekarang. 

"Mungkin aku gak seromantis pria lain tapi di sini, dulu di tempat ini kamu pernah ajak aku buat berteman." 

Asahi menghentikan ucapannya, sedikit mengatur nafasnya karena gugup. 

"Lalu sekarang di tempat ini juga, aku mau ajak kamu untuk menemani aku hingga masa tua dan hanya maut yang memisahkan. Ryujin maukah kamu menikah denganku?"

Ryujin terkejut, terpesona, tersanjung, terjungkal, terbaper, terharu, ter ter pokoknya atas perkataan dan niat baik Asahi. 

"Ko nangis?" 

ROSE - Asahi RyujinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang