Saat ini Asahi sedang berdiri di depan pintu salah satu kamar di lantai dua.
Jadi Asahi berniat untuk menemui Ryujin tapi Jinhwan memintanya untuk menemui langsung saja ke kamar putrinya itu. Awalnya Asahi menolak tapi Jinhwan sendiri yang sudah mengizinkan.
Tok tok tok
Pintu kamar di ketuk oleh Asahi, ia tidak akan masuk ke kamar Ryujin. Asahi juga tidak ingin membuat Ryujin tidak nyaman apabila ia masuk dan mengobrol di dalam.
"Siapa?" teriak Ryujin dari dalam kamarnya, Ryujin malas untuk membuka pintu.
"Asahi," suara Asahi cukup pelan hingga tidak didengar oleh Ryujin.
"Siapa? masuk aja."
Tidak ada jawaban dan tidak ada orang yang masuk ke kamar hingga akhirnya Ryujin membuka pintu dan kaget melihat ada Asahi disana.
Untung Ryujin tidak pernah memakai pakaian terbuka walaupun ada di rumah. Kakak adiknya laki-laki semua jadi ia tetap menjaga pakaiannya walaupun mereka saudara kandung.
"Loh Sa, ada apa?"
"Sorry gue gak ngabarin dulu."
"Gapapa."
"Lo ada waktu? gue mau ajak lo jalan."
Apa? jalan? malam minggu gini? kenapa sih Asahi selalu bikin Ryujin gak karuan.
"Gue free sih."
"Berarti bisa kan?" Ryujin mengangguk
"Gue tunggu di bawah."
"Gue siap-siap dulu."
Asahi mengangguk dan kemudian berjalan menuruni tangga. Ryujin langsung masuk kamar buru-buru menutup pintu dan berusaha mengatur perasaannya.
.
.
.
Asahi dan Ryujin sudah sampai di salah satu hotel yang memiliki kafe berada di rooftop hotel tersebut.
Suasana malam itu cukup ramai maklum kan malam minggu tapi untung saja Asahi sudah memesan tempat sebelumnya.
"Gila viewnya bagus banget," Ryujin terkagum-kagum.
Asahi tersenyum melihat Ryujin yang tak henti-hentinya melihat sekeliling rooftop dan bahkan sesekali mengecek langit yang penuh dengan bintang.
"Lo suka?"
"Iya gue suka, suka banget," lagi-lagi Asahi tersenyum.
Setelah menikmati keindahan, Ryujin dan Asahi duduk di salah satu meja yang sudah disiapkan khusus untuk mereka berdua lengkap dengan hidangan diatasnya.
Lagi-lagi Ryujin kagum dan tak menyangka ternyata Asahi bisa juga mempersiapkan hal seperti ini.
Setelah selesai makan, Asahi memanggil pelayan untuk membersihkan meja dan tak lama tersaji hidangan penutup.
"Liburan semester besok lo ada acara?" tanya Asahi membuka pembicaraan.
"Hmm.. belum tau Sa."
"Jaehyuk ngusulin buat liburan bareng, ngajak lo juga."
"Bertiga doang?"
"Enggak Ryu. Pacar Jae, Sungchan dan...," ucapan Asahi terhenti, ia ragu untuk memberi tahu kalau Soojin juga diajak.
Ryujin sempat terdiam saat Asahi memberikan panggilan berbeda dari biasanya.
"Dan siapa?"
"Soojin."
KAMU SEDANG MEMBACA
ROSE - Asahi Ryujin
Fanfiction[COMPLETED] ✓ "Perihal takdir, cinta, luka dan melepaskan" "Cintaku seperti mawar merah, sekarang memang terlihat indah tapi duriku yang tajam akan melukaimu. Cintaku seperti mawar merah, benar. Aromanya begitu harum tapi semakin kau dekati, semakin...
