Ryujin dan Hyunsuk selesai sarapan bersama sebelum Hyunsuk berangkat ke kantor, sedangkan Hajun sedang mandi bersama mbak pengasuhnya.
"Hari ini mau ngapain aja?"
"Aku mau belanja bulanan mas, sekalian ajak Hajun main di tempat biasa."
"Oke, hati-hati ya. Aku lembur hari ini jadi jangan nunggu, tidur aja bareng Hajun duluan," Ryujin mengangguk.
Hyunsuk bangun dari duduknya begitupula dengan Ryujin, keduanya berjalan bersama sampai depan pintu utama rumah.
"Sayang."
"Iya mas."
Hyunsuk menatap Ryujin agak lama dan itu membuat Ryujin sedikit keheranan, tidak biasanya seperti itu.
"Kenapa mas?" Hyunsuk hanya menggelengkan kepalanya.
"Nanti hati-hati ya, jangan lupa makan juga."
"Iya pasti mas, kamu juga ya jangan buru-buru dan jangan lupa makan walau banyak kerjaan."
Tiba-tiba Hyunsuk mendekat dan memeluk Ryujin bahkan sangat erat.
"Mas ada apa? tumben loh gini."
"Aku tiba-tiba ngerasa kangen banget sama kamu."
"Padahal tiap hari juga liat."
"Iya tapi rasanya hari ini beda, jaga Hajun ya."
"Pasti kalau itu mas."
"Makasih sayang."
Ryujin lagi-lagi keheranan, sampai-sampai Hyunsuk mengucapkan terimakasih juga. Kini Hyunsuk melepaskan pelukannya kemudian mencium kening Ryujin.
"Aku berangkat dulu ya sayang."
"Iya hati-hati ya mas."
.
TING TONG - Ryujin membuka pintu dan ternyata ada kurir disana.
"Apa betul ini dengan ibu Ryujin?"
"Iya."
Kurir itu menyerahkan satu buket bunga pada Ryujin dan mengatakan kalau itu dari Hyunsuk.
Ryujin masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan senang karena tak lama kurir toko bunga itu sampai, ia mendapatkan pesan dari Hyunsuk bahwa suaminya itu mampir ke toko bunga dan membelikannya untuk Ryujin.
"Udah lama gak liat bunga ini, apa ya namanya ko jadi lupa gini."
"Forget me not."
Ryujin menoleh ke arah sumber suara "Oh iya, baru ingat. Ko mbak tau?"
"Iya bu, bunga itu melambangkan kesetiaan," Mendengar itu, Ryujin tersenyum.
"Tapi kisahnya sedih bu. Konon katanya, dulu ada sepasang suami istri mereka sedang berjalan bersama dan melihat bunga itu tapi saat sang suami mengambil bunganya, dia terjatuh ke sungai dan melemparkan bunga tersebut pada istrinya sambil bilang forget me not."
Ryujin terdiam, ada apa ini? Hyunsuk sering membelikan Ryujin bunga sembari dia berangkat kerja tapi baru kali ini bunga yang berbeda.
"Ah itu cuma cerita aja kali mbak."
.
Saat ini sudah pukul 21.00 malam dan Hyunsuk belum pulang juga padahal Hyunsuk mengabari Ryujin kalau dia akan pulang jam segitu.
Hajun sudah tertidur disamping Ryujin saat ini, sedari tadi ia tidak bisa tidur karena belum ada kabar lagi tapi akhirnya ia coba untuk tidur saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
ROSE - Asahi Ryujin
Fanfiction[COMPLETED] ✓ "Perihal takdir, cinta, luka dan melepaskan" "Cintaku seperti mawar merah, sekarang memang terlihat indah tapi duriku yang tajam akan melukaimu. Cintaku seperti mawar merah, benar. Aromanya begitu harum tapi semakin kau dekati, semakin...
