Soojin berjalan terus berdampingan dengan orang yang telah menyelamatkannya di rooftop tadi. Kepalanya selalu menunduk dan sesekali masih terdengar isakan tangisnya hingga mereka sampai di depan koperasi kampus.
Orang yang menolong Soojin memintanya untuk menunggu sebentar seraya orang tersebut masuk ke dalam koperasi dan tak berselang lama, orang itu keluar koperasi dengan membawa satu botol air mineral.
Mereka berjalan kearah kursi panjang yang memang tersedia didekat koperasi yang biasa digunakan oleh mahasiswa untuk sekedar mengobrol atau makan-makan karena letaknya samping koperasi dan langsung menghadap kantin kampus.
"Minum yang banyak," titah orang itu dan dibalas anggukan oleh Soojin.
Soojin meminum air mineral tersebut hingga sudah hampir setengah botol habisnya.
Setelah itu, terlihat Soojin sudah mulai tenang dan menatap lurus kedepan tanpa melihat ke arah orang yang duduk disampingnya itu.
"Kenapa lo bisa kayak tadi?" tanya orang itu tetapi tidak ada jawaban dari Soojin
"Ya udah, kalau lo udah siap buat cerita, cerita aja. Gue tau lo butuh menenangkan diri dulu," Soojin mengangguk dan hanya terus menatap lurus kedepan.
"Lo bawa mobil kan? lo bisa pulang sendiri gak?"
Mendengar pertanyaan itu, buru-buru Soojin mengangguk menandakan kalau ia sepertinya bisa untuk pulang sendiri.
"Lo yakin? tangan lo kuat nyetir?" dijawab dengan anggukan oleh Soojin lagi
"Oke, sekarang kita ke parkiran. Sorry gue gak bisa antar lo pulang karena tadi nyokap gue nyuruh pulang cepet."
"Gapapa." akhirnya Soojin mulai berbicara, kemudian melanjutkan sembari mengganti posisinya agar melihat kearah lawan bicaranya itu.
"Makasih ya Asahi," ucapan Soojin dibalas anggukan oleh orang yang dipanggil Asahi itu.
Setelahnya, Soojin dan Asahi berjalan bersama meninggalkan area kampus untuk ke parkiran.
Karena Soojin memarkirkan mobilnya di parkiran sayap barat maka Asahi menemaninya terlebih dahulu walaupun mobilnya ia parkir di sayap timur.
Mereka sampai di depan mobil Soojin, gadis itu melambaikan tanganya sembari tersenyum kemudian langsung mengendarai mobilnya.
Selepas kepergian dari Soojin, Asahi langsung buru-buru berjalan ke parkiran sayap timur. Ia juga heran kalau ibu nya meminta pulang cepat, ia takut terjadi apa-apa pada ibunya walau dari nada telfon tadi Asahi mendengar suara ibunya terlihat baik-baik saja.
Sesampainya Asahi di parkiran sayap timur, sebelum mencari letak mobilnya secara tidak sengaja ia melihat seseorang yang tadi telah membuatnya geram itu.
Asahi melihat Ryujin yang sedang berdiri disamping mobil seperti menunggu seseorang dan benar saja tak lama dari situ, datanglah kedua laki-laki yang mana satu langsung menaiki mobil sedangkan satunya terlihat sedang saling sapa dan kemudian tak lama mereka masuk kedalam mobil masing-masing.
Asahi sebenarnya tak berniat untuk memperhatikan mereka tetapi karena mobilnya tidak jauh terparkir dengan mobil Ryujin, maka ia mengurungkan niatnya yang buru-buru pulang tadi untuk mengunggu mereka meninggalkan area kampus terlebih dahulu.
Bukan ingin menghindar, jelas untuk apa Asahi menghindar justru ia memang ingin mendengar penjelasan lebih dari gadis yang menurutnya tidak dewasa seperti Ryujin itu tetapi karena memang sudah tidak mood untuk berdebat atau sekedar bertatap muka makanya ia memilih menunggu.
Setelah dua mobil benar-benar meninggalkan area parkiran tersebut, barulah asahi memasuki mobilnya bersamaan dengan bunyi telfon dari ponselnya yang kemudian ia langsung mengangkat panggilan tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
ROSE - Asahi Ryujin
Fanfic[COMPLETED] ✓ "Perihal takdir, cinta, luka dan melepaskan" "Cintaku seperti mawar merah, sekarang memang terlihat indah tapi duriku yang tajam akan melukaimu. Cintaku seperti mawar merah, benar. Aromanya begitu harum tapi semakin kau dekati, semakin...
