36

653 135 12
                                        

Acara wisuda sudah selesai dan para wisudawan sudah berkumpul dengan keluarga masing-masing atau para teman yang datang untuk memberikan selamat. 

"Selamat bang, kebanggaan ayah wisuda juga." 

"Iya ayah makasih, Jihoon janji bakalan jadi anak yang membanggakan suatu saat nanti." 

"Dengan kamu sekarang seperti ini sudah membuat kami bangga ko nak." 

"Makasih bun." 

"Selamat kak, akhirnya Hwan gak bakalan kena marah terus gara-gara skripsian."

"Emang gue sering marahin elo?"

"Dih mendadak amnes ya? sudah lah, Hwan mah apa atuh." 

"Iya iya sorry," Jihoon merangkul bahu adik laki-lakinya itu.

"Congrats ya Hoon, cepet kerja biar gak jadi beban ortu," Ryujin memberikan satu buket bunga pada Jihoon. 

"Mau sampe kapan lo manggil gue gitu, gue lebih tua dua tahun ya dari elo." 

"Dih suka-suka gue deh, gue bakalan panggil lo kakak saat lo udah nikah nanti." 

"Udah-udah ah, anak-anak bunda gak boleh pada berantem terus." 

"Oh iya udah gak nunggu siapa-siapa lagi kan bang?" 

"Jihoon udah ketemu Junkyu didalem tadi sih ayah, sama temen-temen yang lain juga udah. Tapi ada satu lagi yang belum, katanya sih mau dateng." 

"Siapa bang?" 

"Nah itu." 

Jihoon menunjuk pada satu orang yang sedang berjalan kearahnya, ternyata itu Renjun. 

"Selamat siang om tante, sorry Hoon gue telat." 

"Oh nak Renjun toh, selamat siang juga nak."

"Iya om, oh iya selamat ya bro. Ini hadiah dari gue tapi ya gak seberapa." 

"Makasih bang, lo datang aja gue udah seneng ko." 

"Nak Renjun ikut makan ya." 

"Tidak usah om, malah repotin."

"Gak ada yang direpotin." 

Ryujin sedari tadi melihat sekeliling untuk mencari seseorang dan ternyata disadari oleh Jihoon. 

"Cari siapa?" Ryujin tidak menjawab. 

"Asahi gak bisa dateng." 

"Kenapa?"

"Tuh kan pasti nyariin dia." 

"Apaan sih." 

"Udah sih ngaku aja. Asahi tadi pagi nelfon gue kalau dia gak bisa datang tapi gak ngasih tau alasannya." 

Ryujin bertanya-tanya dalam hatinya, apa terjadi sesuatu sampai gak bisa datang? Bahkan pesan text yang Ryujin kirim semalam tidak dibalas juga. 

"Mau berangkat sekarang?" 

"Ayo ayah, Hwan udah lapar nih." 

"Oke." 

Kini Jinhwan, Junghwan, Jihoon dan Ryujin sudah berjalan bersama, sedangkan Sowon menahan Renjun sebelum beranjak pergi. 

"Maaf nak boleh tante bicara sebentar." 

"Boleh tante." 

"Kalau boleh tau, nak Renjun tinggal dimana?" 

"Rumah saya di Jakarta Barat tante."

ROSE - Asahi RyujinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang