Rahasia Iqbal

2.3K 198 19
                                        

Vote dan Komen!!


Aqila semakin mengeratkan pelukannya pada Lio

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Aqila semakin mengeratkan pelukannya pada Lio. Begitu juga dengan Lio. Ia masih tidak bisa menerima kalau sang Papa sudah pergi jauh meninggalkan mereka.

Bram dan Susi yang melihat putri mereka sangat bangga pada Aqila. Putri mereka sudah banyak belajar dari ikatan rumah tangga ini.

Iqbal menepuk pundak Lio. "Kita harus kuat, masih ada Mama," ucap sang kakak.

Iqbal melepaskan pelukan Aqila. Benar kata Iqbal. Jika mereka bersedih seperti ini siapa yang akan menguatkan Rani. Rani yang paling terpukul di antara mereka. Rani harus kehilangan seseorang yang ia cintai.

Lio beralih menatap sang Mama yang masih menangis menatap tubuh suaminya. Lio memeluk tubuh sang Mama erat menyalurkan kekuatan, begitu juga dengan Iqbal ikut dalam pelukan mereka.

"Mama harus kuat. Masih ada kita berdua," ucap Iqbal mengeratkan pelukan mereka bertiga.

"Aqila juga akan selalu bersama Mama," ucap Aqila masuk kedalam pelukan mereka.

Rani mengecup kening mereka secara bergantian. "Terima kasih sayang, Mama sayang kalian bertiga."

Semua yang melihat kejadian itu ikut di buat terharu. Tidak ada yang tau tentang kematian. Kita hanya harus terus meminta ampun kepada sang pencipta dan mengikhlaskan sesuatu yang sudah pergi jauh dari dalam hidup kita.

Keesokan harinya Toni sudah di makamkan. Rumah keluarga Azkha sangat sunyi tanpa kehadiran Toni di sana. Keluarga besar Aqila juga sudah kembali ke Bali. Mereka meminta maaf karena tidak bisa tinggal lebih lama di Jakarta. Ada urusan bisnis yang harus mereka selesaikan.

Masih banyak yang datang untuk mengucapkan belasungkawa terhadap mendiang, baik dari rekan bisnis, keluarga juga dari sahabat Iqbal, Lio dan Aqila.

Key memeluk tubuh Aqila erat, mengusap punggung sahabatnya. "Yang sabar Aqila," ucap Key.

Gara memeluk tubuh Lio. "Lo harus kuat demi Tante dan Aqila."

"Maaf kita baru datang Lio," ucap Danu.

"Yang tabah bro," kata Satria.

"Thanks udah datang," ucap Lio.

Dengan kedatangan mereka, Lio bisa melihat wajah Aqila sudah mulai bahagia. Selama beberapa hari ini Aqila selalu menangis, Lio takut terjadi sesuatu pada istrinya itu.

Lio & Aqila (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang