Cemburu and Posesif mode on

2.4K 146 16
                                        

Selamat membaca, jangan lupa komen dan vote 😊 maaf jika ada yang typo 🙏. Jangan lupa masukkan cerita ini ke reading list kalian dan juga recommended ke teman kalian😊 follow juga akun ini, Terima Kasih 🤍 
*
*
*

Sudah beberapa kali Aqila mengajak Lio untuk mengobrol tapi tetap saja suaminya itu bersikap dingin dan acuh terhadap dirinya. Aqila mencoba untuk berpikir positif, mungkin suaminya kecapean.

Aqila dan Lio duduk bersama di ruang keluarga dengan tv yang menyala.

"Kak Lio butuh sesuatu?

"Gak," jawab Lio lagi-lagi dingin.

Aqila berdecak sebal. Ia paling tidak suka jika sikap Lio seperti ini. Dingin dan mengacuhkan dirinya. Dan posisi mereka saat ini sangat canggung. Hanya ada keheningan diantara mereka.

Tv didepan masih hidup baik Lio dan Aqila tidak ada yang fokus dengan siaran tersebut. Aqila merasa kalau saat ini sedang memandang dirinya lekat.

"Kenapa pelukan sama dia?"Akhirnya Lio menanyakan hal tersebut. Hal yang membuat dia jengkel sekaligus kesal. Saat Aqila memeluk Mark bahagia. Lio tidak ingin ada seorang pun yang memeluk Aqila. Aqila hanya bisa dipeluk oleh dirinya seorang. Hanya dia! Ingat itu. Cemburu and posesif mode on.

Aqila paham maksud pembicaraan dari Lio. Aqila hanya bisa tersenyum melihat kecemburuan sang suami. Aqila mulai mendekat ke arah Lio menghapus jarak diantara mereka. Aqila mencium bibir suami tersebut. Hanya ciuman tidak lebih.

Lio yang dicium tiba-tiba hanya bisa diam dengan wajah terkejut. Ini pertama kalinya Aqila mencium dirinya. Aqila memeluk tubuh Lio erat meletakkan kepalanya di dada bidang milik suaminya tersebut.

"Jangan cemburu kak, Aqila sangat bahagia tadi. Bukan hanya Mark, kak Gara juga Aqila peluk," jelas Aqila.

"Jika kak Lio yang pertama Aqila lihat. Tidak hanya peluk mungkin Aqila juga akan cium kak Lio sangking senangnya," ujar Aqila malu-malu.

Lio terdiam dengan kata-kata Aqila, mencerna kata demi kata. Lio menatap Aqila yang berada dibawahnya dengan tubuh mungil Aqila memeluk dirinya erat.

Lio mengangkat dagu Aqila membuat istrinya itu mendongak menatap mata gelap Lio. Lio mencium Aqila dengan sangat lembut membuat keduanya hanyut dalam ciuman tersebut.

Lio melepaskan ciuman tersebut, mendaratkan ciuman ke kening Aqila.  Lalu memeluk tubuh Aqila erat. "Maaf," bisik Lio.

Aqila menegakkan tubuhnya membuat mata mereka kembali bertemu. Aqila menggenggam rahang Lio dengan keduanya tangan mungilnya. Menarik Lio lalu mengecup seluruh bagian wajah Lio mulai dari kening, hidung, pipi, dagu dan terakhir bibir Lio.

"Aqila suka kak Lio cemburu gini," kekeh Aqila setelah itu  kembali mendekap Lio.

***

Di kantin kali ini sudah ada Gara, Danu, Satria, Aqila dan juga Key. Mereka duduk di bangku yang sama. Sedangkan Lio masih sibuk dengan urusan OSIS yang sempat tertunda semalam.

"Betul nih lo mau bayar semua makanan kita?" tanya Danu.

Pasalnya tadi Gara mengatakan ingin mentraktir mereka berlima. "Iya, lo ambil aja sepuasnya."

"Dalam rangka apa lo baik gini?" Kali ini Satria yang bertanya. Pasalnya di antara mereka berempat Gara orangnya sangat pelit. Jangankan pelit di jawaban di materi seperti ini pun Gara orang yang pelit. Percuma si Gara anak sultan.

"Karena kepintaran gue, semalam gue dapat juara olimpiade gue juga bahagia hari ini. Ya sekali-kali gue traktir kalian."

"Dasar!" desis Danu.

Mereka mulai memesan makanan yang banyak. Sebenarnya bukan mereka hanya Danu dan Satria lah memesan makanan yang sangat banyak. Mereka harus mengambil meja yang lain untuk makan yang sudah mereka pesan. Satria dan Danu bersikap bodoh amat sekarang Gara yang bayar jadi harus di puaskan.

Lio baru saja tiba di kantin. Duduk bersama teman-temannya. Lio sedikit terkejut dengan banyaknya makanan yang sudah di pesan temannya.

"Lo mau pesan apa Lio? Gara yang bayar," ujar Satria.

"Gara?" tanya Lio tidak percaya.

"Iya, dia lagi kemasukan jin. Jadi baik hati ini."

Lio mengangguk sesaat. "Gue makan yang udah ada di sini aja. Lagian semua makanan di kantin untuk lo borong semua."

Gara menatap Lio yang berada di hadapannya. "Muka lo kenapa? Udah buriq tambah buriq lagi," ujar Gara mendapat tatapan tajam dari Lio.

"Masalah OSIS udah selesai?" tanya Danu.

"Udah."

"Jadi siapa kak yang terpilih?" tanya Key.

"Masih rahasia. Sekolah akan mengadakan acara untuk menyambut OSIS baru dan pelepasan OSIS lama. Juga ucapan selamat buat para anggota Olimpiade," kata Lio panjang lebar.

"Kapan kak?" tanya Aqila.

"Gak tau juga," ujar Lio. "Pemilik sekolah ini juga nantinya datang," sambungnya.

"Haa pemilik sekolah Nusa Bangsa datang?" tanya Gara heboh.

"Hemm."

"Jarang-jarang tuh kepala sekolah datang." Mereka semua mengangguk setujuh dengan ucapan Gara.

"Pemilik sekolah kita punya anak cowo gak ya?" tanya Key tiba-tiba.

"Ingat aku," ujar Danu dengan ekspresi masam.

Mereka semua tertawa melihat tingkah Danu. Padahal Key berniat hanya menggoda saja, tidak sangka Danu akan se kesal itu.

Tok tok tokk!!!

Ketukan dari pengeras suara tersebut membuat murid SMA Nusa Bangsa terdiam sesaat. Mendengar lanjutan orang yang akan berbicara dari sana.

"Perhatian kepada seluruh murid Bagar berkumpul di lapangan!"

Semua murid langsung berhamburan ke lapangan. Meninggalkan makan mereka yang masih tersisa. Begitu juga yang berada di meja Lio. Setelah Gara membayar makanan dengan harga yang cukup wow untuk jajan anak sekolah mereka pun bergegas menuju lapangan.

Semua murid telah berdiri di lapangan dengan rapih. Dengan wakil kepala sekolah berdiri di hadapan mereka.

"Maaf mengganggu jam istirahat kalian anak-anak. Di sini bapak akan menyampaikan sesuatu kepada kalian. Harap di dengar kan!" tegas wakil kepala sekolah tersebut.

"Kalian tau bahwa kemarin teman kalian perwakilan dari sekolah ini telah mengikuti olimpiade dan mendapat juara satu. Itu hal yang sangat membanggakan," jeda pria paruh bawa tersebut. Seketika terdengar tepuk tangan untuk para anggota Olimpiade.

"Hari ini juga anggota OSIS baru sudah terpilih walau masih kami Rahasia. Bapak hanya memberitahu bahwa pemilik sekolah ini dan juga keluarganya akan datang memberi selamat kepada anggota Olimpiade dan juga OSIS baru." Kabar tersebut membuat seluruh murid mulai berbisik-bisik.

"Mohon tenang!"

"Bapak harap kalian bisa bersikap baik dan juga sopan. Besok akan diadakan acara untuk hal tersebut. Jadi hari ini bapak menugaskan kalian semua untuk membenahi kelas kalian masing-masing. Terima kasih."

Setelah mengatakan hal tersebut. Seluruh murid SMA Nusa Bangsa mulai bergoyang royong membersihkan kelas mereka masing-masing.
*
*
*
Siap-siap bagian selanjutnya akan menguras emosi😁🤭

Lio & Aqila (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang