Banyak sapaan pagi ini seperti biasa buat Aqila. Selain pintar Aqila juga ramah membuat beberapa murid di SMA Nusa Bangsa akrab dengan dirinya. Beberapa kali Aqila tersenyum menanggapi sapaan pagi ini.
"Aqila!" panggil seseorang menghentikan langkahnya.
Aqila membalikkan tubuhnya menatap Zara yang memanggil dirinya.
"Gue mau ngomong sesuatu sama lo."
"Ngomong aja."
"Jangan di sini."
Aqila menatap sekeliling sunyi, hanya tinggal beberapa murid lagi di koridor. Kembali Aqila menatap Zara.
"Di sini aja."
"Gue suka sama suami lo kak Lio. Dan gue akan rebut Lio apapun yang terjadi."
Aqila diam dengan ekspresi datar seolah tidak terkejut bahwa Zara tau hubungan mereka.
"Gue gak peduli dengan hubungan lo dengan kak Lio," sambung Zara.
"Zara bisa?" tanya Aqila meremehkan.
Zara terkejut dengan ucapan Aqila barusan. Ia kira Aqila akan terkejut, sakit hati dan bahkan menangis di depannya.
'Nih cewe pasti pura-pura kuat,' batin Aqila.
Zara menatap remeh Aqila. "Gak usah sok kuat lo."
Aqila mengangkat bahunya acuh seolah tidak perduli.
Zara menunjuk wajah Aqila. "Lihat aja gue pastiin Lio akan kirim surat cerai sama lo secepatnya."
"Terserah Zara."
Setelah mengatakan hal itu Aqila berlalu dari hadapan Zara. Sebenarnya Aqila takut dengan ucapan Zara tapi Aqila sangat percaya pada suaminya. Lio tidak akan kembali pada Zara.
"Akhh!" teriak Zara kesal. "Awas aja lo Aqila!"
"Aqila gak akan biarin hubungan rumah tangga ini berakhir. Aqila yakin kak Lio gak akan beralih ke Zara," guman Aqila yakin.
Sudah berkali-kali Zara menyusun rencana untuk membuat Lio kembali bersamanya. Mulai dari mendekati Lio memberi bekalemgajak Lio nonton, menelpon bahkan sampai yang lain. Lio tidak mau lagi berhubungan dengan Zara dalam hal apapun itu. Lio selalu bisa membatasi waktunya jika ada sangkut paut dengan Zara.
"Kenapa sih kak Lio gak mau lihat gue walau sekilas aja. Apa gue kurang cantik dari Aqila! Gak bisa di biarin gue harus nyusun rencana biar Kak Lio suka sama gue!" Zara mengepal tangannya kuat. Tidak boleh kalah.
Tawa seseorang membuat Zara cepat berbalik. Zara menatap sinis seorang cowo yang berdiri di hadapannya.
"Penampilan lo aja yang berubah. Otak lo gak."
"Maksud lo apa?" tanya Zara tidak suka.
"Zara Zara kalau lo benar-benar suka sama Lio harusnya lo sunggu-sunggu buat dapatin Lio."
"Maksud lo apa sih kak Satria?" tanya Zara masih tidak paham.
"Dasar cupu gak berguna," bisik Satria pelan tapi masih bisa di dengar oleh Zara.
"Maksud lo apaan ha?!" teriak Zara tidak terima.
"Santuy, gue di sini mau bantu lo."
"Bantu gue?"
"Lo suka sama Lio kan?" Zara menagguk.
"Harusnya lo itu berpikir. Bokap lo itu pemilik sekolah ini lo bisa buat Lio bertekuk lutut di hadapan lo dengan mudah," jelas Satria.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lio & Aqila (END)
Romansa[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!!!] Pernikahan anak SMA. Bisa dikatakan perjodohan sesama anak SMA. Tidak ada yang tau hubungan keduanya lebih dari sekedar sepupu saat menjalani hubungan rumah tangga tersebut. Awalanya tidak ada rasa suka dan cinta di...
