*Selamat membaca🙏 jangan lupa komen dan vote 😊*
Hubungan Lio dan Aqila semakin harmonis. Aqila merasa kalau Lio mulai mencintai dirinya. Begitu juga jika di sekolah Lio berserta teman-teman sering menjumpai Aqila dan Key. Walau hanya untuk mengajak ke kantin bersama.
Sedangkan Sasa masih saja membuat rencana buruk untuk Aqila. Kesigapan Lio sebagai sang suami membuat Sasa tidak bisa berbuat apa-apa kepada Aqila.
Tiga bulan hubungan suami istri itu berjalan dengan baik. Sampai hari itu tiba, saat Lio dan sahabatnya duduk di kantin.
"Sayang," panggil seseorang wanita manja.
"Sayang, kamu?" jawab Gara sambil cipika cipiku dengan cewek sexy tersebut.
Lio Danu dan Satria yang menyaksikan kejadian tersebut tidak paham. Mereka saling menatap dan beralih menatap Gara.
"Kenalin pacar gue."
Sontak mereka berdua takjub dengan Gara. Sejak kapan Gara pdkt, secepat itu Gara mendapatkan seorang kekasih.
"Sejak kapan lo punya cewek?" tanya Danu.
"Bukannya lo gak laku?" tanya Satria tidak berdosa.
Gara berdecak kesal. "Lo yang gak laku!" sewot Gara.
Gara pergi dengan kekasihnya tapi sebelum itu Gara memperingati Lio. "Gue tunggu tantangan dari gue Lio."
"Cantik juga cewek si Gara," ujar Danu cegegesan.
"Ingat Key!" sindir Lio dan Satria bersamaan.
"Iya iya Key tersayang tetap dalam hati hehe."
"Bukannya itu adik kelas kita ya? Kelas sepuluh IPA dua kan?" tanya Satria kembali setelah hening beberapa saat.
"Iya."
Beberapa menit yang lalu mereka sudah selesai dengan makanan mereka. Baik Lio Satria dan Danu berjalan menuju ke kelas mereka. Sebentar lagi jam pelajaran akan di mulai kembali.
Lio duduk di bangku miliknya dengan HP yang berada di tangan. Lio mulai membuka akun Instagram yang sudah lama tidak dia pakai. Lio melihat ada beberapa kaum hawa yang mengirimkan pesan kepada. Lio mematikan data seluler tidak berniat membalas pesan tersebut.
"Lo ingat kan tantangan gue?"
Lio menaikkan sebelah alisnya. "Tantangan apa?"
"Gue udah punya pacar. Dan sekarang lo yang harus punya pacar."
"Ogah!" bantah Lio. "Gue gak mau."
"Gak!" teriak Gara ngegas. "Lo harus coba pacaran satu bulan. Kalau lo nyaman lo bisa jalani."
"Tapi gue...."
Lio belum selesai dengan ucapan nya. Tapi Gara sudah ribut. "Gak ada tapi tapian. Lo udah setujuin tantangan gue waktu itu. Kalau lo gak mau beliin gue sepeda motor!" Minta Gara tidak berdosa.
"Gila lo. Mana punya duit gue."
Sebenarnya buka Lio tidak memiliki uang untuk menyanggupi permintaan Gara. Hanya saja ia sudah berkeluarga dan harus hemat dalam pengeluaran.
"Terserah lo itu duit dari mana. Gue gak peduli! Makannya kalau ngomong itu di pikir. Pantas aja gak ada yang mau sama lo!"
"Lo...." Lio menghentikan ucapannya saat guru bahasa Indonesia telah memasuki kelasnya.
***
"Kak."
"Emm."
"Aqila rindu mama." Lio menatap istrinya itu. Padahal kan semalam mereka sudah video call dengan mertuanya.
"Semalam kan udah video call."
"Ihh bukan mama Susi."
"Jadi?"
Aqila menatap suaminya itu tajam. Dasar suami tidak pengertian. Kalau bukan mama Susi jelas lah Mama Rani. Mama siapa lagi.
"Mama Rani."
"Mama kan lagi di luar negeri sayang. Entar aja kalau mama sama papa udah datang kita ke sana," jelas Lio mengusap puncak kepala Aqila.
"Tapi Aqila rindu kak Iqbal juga." Lio menurunkan tangannya yang berada di kepala Aqila. Kali ini Lio yang menatap istrinya itu tajam.
"Apaan sih!" gerutu Lio mulai kesal.
"Apa?"
"Gue ke atas dulu," kata Lio beralalu dari hadapan Aqila.
"Aneh."
***
Pagi ini seperti biasa Lio dan Aqila sudah sampai di sekolah. Sudah banyak murid juga yang berada di SMA Erlangga. Seperti biasa banyak tatapan para murid yang melihat kebersamaan Aqila dan Lio.
Tidak hanya kaum hawa yang cemburu kepada Aqila. Kaum Adam pun ikut-ikutan cemburu melihat Lio dan Aqila bersama. Jika mereka tau kalau Lio dan Aqila suami istri bisa jadi seluruh murid SMA Erlangga patah hati.
"Berdua mulu. Kaya orang pacaran aja," ucap Key yang baru tiba bersama kekasihnya.
Danu membukakan helm key. Merapikan rambut Key yang berantakan membuat sang empunya menjadi malu.
"Ihh apaan sih Key."
"Cocok lo berdua kalau sama mulu," ucap Danu kali ini.
"Cocok lah, orang kita udah satu rumah," jawab Lio datar. Sedangkan Aqila sudah keringat dingin.
'Apa-apaan sih Lio!' batin Aqila kesal sendiri.
"Kan memang satu rumah dengan papa mama dan kak Iqbal," jelas Lio.
Aqila menggarut tekuknya yang tidak gatal. Benar juga kata Lio. Untuk apa di jadi takut seperti ini.
"Iya in aja lah," ujar Key.
Satria yang berada bersama mereka hanya memasang wajah masam. Perbincangan pagi ini membuat mood nya rusak.
"Yaudah kita ke kelas dulu ya kak," ucap Key merangkul bahu Aqila.
"Semangat belajarnya sayang." Danu mengusap pipi Key sayang.
"Ih kak Danu. Malu tau!"
"Jangan malu. Besok kakak nikahi kamu biar halal dan gak malu lagi," kekeh Danu tambah membuat pipi Key memerah.
Key langsung berlari dari parkiran menarik tangan Aqila.
"Gara mana?" tanya Danu.
"Lagi pacaran mungkin."
KAMU SEDANG MEMBACA
Lio & Aqila (END)
Romance[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!!!] Pernikahan anak SMA. Bisa dikatakan perjodohan sesama anak SMA. Tidak ada yang tau hubungan keduanya lebih dari sekedar sepupu saat menjalani hubungan rumah tangga tersebut. Awalanya tidak ada rasa suka dan cinta di...
